BEI:Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta Mestinya Nama Asli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito, saat menyempatkan waktu untuk berpose di depan sejumlah pewarta foto disela-sela kesibukan kerjanya, di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/12). TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito, saat menyempatkan waktu untuk berpose di depan sejumlah pewarta foto disela-sela kesibukan kerjanya, di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/12). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan tidak tahu mengenai transaksi pembelian saham grup MNC oleh investor dengan nama Tanoesoedibjo-Prabowo-Hatta. Ia mengatakan BEI tidak memiliki informasi nama-nama investor pembeli saham perusahaan yang perdagangannya tercatat di bursa.

    "Bursa hanya mencatatkan transaksi perdagangan karena yang berdagang itu broker," kata Ito  ketika dihubungi Tempo, Jumat, 20 Juni 2014. 

    Ito menjelaskan, untuk melakukan pembelian saham melalui perantara atau broker, seseorang baik secara personal maupun mewakili perusahaan harus memiliki rekening terlebih dahulu untuk melakukan transaksi. Ia mengatakan untuk membuka rekening tersebut, pembeli harus memberikan identitas resmi, baik berupa tanda pengenal maupun surat atas nama perusahaan untuk didaftarkan dalam pembuatan rekening.

    "Pembukaan rekening tidak bisa dengan nama palsu, harus menerapkan customer principal," kata dia. Ia mengatakan jika investor dengan nama Tanoesoedibjo-Prabowo-Hatta memang benar ada, maka seharusnya nama investor tersebut tercatat di broker yang melakukan pembelian saham atas grup MNC tersebut.

    Namun, Ito mengaku BEI tidak memiliki kewajiban menyelidiki identitas investor mana pun. Ia menyebut broker saham juga tidak dapat membuka identitas investor, kecuali atas perintah dan keperluan penyelidikan oleh pengadilan.

    Sebelumnya, tercatat transaksi pembelian saham pada empat perusahaan grup MNC dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp 869,8 miliar. Informasi perdagangan tersebut berasal dari portal investasi bareksa.com, Kamis, 19 Juni 2014.

    Diketahui dana sebesar Rp 712,7 miliar dibelikan 6,13 persen saham perusahaan berkode BHIT (PT Bhakti Investama Tbk), sebanyak Rp 112 miliar dibelikan saham 1,38 persen pada perusahaan berkode KPIG (PT MNC Land Tbk), sebesar Rp 33,4 miliar dibelikan 0,11 persen saham atas perusahaan berkode BMTR (PT Global Mediacom Tbk), dan dana sebesar Rp 11,8 miliar dibelikan 0,03 persen saham atas perusahaan berkode MNCN (PT Media Nusantara Citra Tbk).

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita utama
    Projo: Prabowo Harus Jelaskan Dana Ganjil di Bursa
    Tim Prabowo: Jangan Percaya Wiranto
    H-20 Pemilu, Jokowi: Rapatkan Barisan!

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.