BI Terbitkan Uang NKRI Baru pada 17 Agustus 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, memberikan kata sambutan dalam acara penandatanganan Bye Laws Nasional Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB) oleh 120 bank umum, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, (5/6).TEMPO/Imam Sukamto

    Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, memberikan kata sambutan dalam acara penandatanganan Bye Laws Nasional Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB) oleh 120 bank umum, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, (5/6).TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Batam - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menyatakan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru akan diluncurkan pada 17 Agustus 2014, atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

    "Tanggal 17 Agustus, uang baru tersebut akan diperkenalkan dan sudah masuk di mesin anjungan tunai mandiri (ATM)," kata Ronald seperti dikutip dari Antara, di Batam, Kamis, 19 Juni 2014.

    Dia mengatakan uang NKRI itu akan ditandatangani Gubernur Bank Indonesia dan pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Mata Uang.

    Sayangnya, Ronald tidak menyebutkan nominal pecahan uang baru tersebut dan jumlah yang akan diedarkan ke masyarakat. "Saya belum bisa menyebutkan itu, tunggu saja nanti," tuturnya.

    Menurut dia, BI dan pemerintah sudah sepakat tentang gambar dan tulisan yang tertera dalam uang baru tersebut. Tulisan yang tertera dalam uang baru itu tidak lagi "Bank Indonesia", tapi "Negara Kesatuan Republik Indonesia".

    Sebelumnya, Ronald pernah menyebutkan beberapa perbedaan dalam uang baru NKRI dengan uang yang sekarang. Uang baru NKRI akan bertuliskan "Negara Kesatuan Republik Indonesia". Uang NKRI juga akan ditandatangani oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan, berbeda dengan uang yang sekarang ditandatangani oleh Gubernur dan Deputi Gubernur BI.

    Uang baru NKRI ini memiliki pecahan mata uang yang sama seperti uang rupiah yang sekarang beredar dan tetap memiliki gambar pahlawan. Tapi uang baru NKRI ini juga diklaim lebih susah dipalsukan.

    Lebih jauh Ronald menjelaskan, jumlah uang yang beredar saat ini sekitar Rp 460 triliun, atau turun dibanding akhir tahun lalu yang mencapai Rp 500 triliun. Menjelang Lebaran, jumlah uang yang beredar akan naik kembali menjadi sekitar Rp 500 triliun.

    ANT | RR. ARIYANI

    Berita terpopuler:
    Per 1 Juli 2014, Tigerair Mandala Tak Beroperasi
    Nelayan Ini Ciptakan Alat Konversi BBM ke Gas
    Tol Ciledug-Ulujami Bakal Jadi Idola Truk
    Malaysia Berminat Bangun Jalan Tol Sumatera



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.