Astra Bidik Ekspor 38 Ribu Unit Avanza  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok: Toyota

    Dok: Toyota

    TEMPO.COJakarta - Pabrikan mobil Avanza, Astra Daihatsu Motor (ADM), menargetkan total ekspor Avanza ke seluruh dunia sebanyak 38 ribu unit pada tahun ini. "Kami akan terus melakukan ekspansi ke negara lain untuk mencapai target ini," kata Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, I Made Dana Tangkas, dalam acara "Avanza Export to the Middle East" di Jakarta, Senin, 16 Juni 2014.

    Menurut Made, target itu dinilai realistis karena pada 2013, realisasi ekspor Avanza adalah 37.634 unit. "Kami sudah ekspor mobil Toyota ke total 44 negara," kata dia.

    Sejauh ini, Daihatsu, pabrikan mobil dengan merek Gran Max, Xenia, Terios, Sirion, dan Luxio, telah memproduksi 522 ribu unit mobil di Indonesia. "Sudah total 71,7 ribu unit yang kita ekspor hingga sekarang," kata Made. (baca juga: Astra Ekspor Perdana Avanza ke Timur Tengah)

    Untuk Avanza sendiri, ADM hari ini meresmikan ekspor perdana 5 ribu unit Avanza ke beberapa negara Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Oman, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Yaman. Sebelumnya, Avanza juga telah memasuki pasar Yordania, Libanon, dan Suriah.

    Amelia Tjandra, Direktur ADM, mengatakan Daihatsu yang diproduksi di Indonesia juga mampu menembus pasar Jepang. "Pabrikan mobil Toyota Daihatsu di Indonesia juga telah berhasil ekspor ke pasar Jepang yang sangat sulit untuk ditembus," kata dia. 

    Pada 2014, penjualan mobil-mobil Daihatsu di Indonesia cenderung meningkat. "Periode Januari-Mei 2014 kami sudah menjual 79.402 unit mobil. Naik 8 persen dari periode yang sama di 2013," kata Amelia saat ditemui di acara yang sama.

    INDRI MAULIDAR


    Berita lainnya:
    Massa JAT Akui Pukuli Slanker Solo
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya 
    Jokowi Dianggap Terlalu Banyak Mengulang KJP-KJS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.