Mendesak, Konversi Minyak ke Gas Bumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran subsidi bahan bakar minyak yang membebani postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus segera dikurangi dan mulai disubstitusi dengan penggunaan gas. "Dihitung dari aspek mana pun, gas bumi akan jauh lebih murah dibanding minyak bumi," kata pakar ekonomi energi, Darmawan Prasodjo, ketika ditemui di Jokowi-JK Centre pada Kamis, 12 Juni 2014.

    Gas bumi, menurut Darmawan, tidak hanya memberikan keuntungan melalui penghematan anggaran, tapi persediaannya di dalam perut bumi Indonesia masih sangat besar. "Produksi gas bumi tahunan di Indonesia berkisar 1,45 juta barel, dua kali lebih besar dibanding produksi minyak," ia menjelaskan.

    Ia menambahkan, dengan peralihan konsumsi minyak ke gas bumi, masyarakat Indonesia bisa menikmati konversi penghematan subsidi ke sektor lain. "Selisih harga antara subsidi minyak dan harga gas bumi bisa mencapai Rp 92 triliun, dan itu bisa membangun jalan raya, gedung sekolah, dan puskesmas yang lebih merata di seluruh pelosok Indonesia," kata Darmawan. (Baca: Para Capres Takut Bicara Soal Subsidi BBM)

    Sayangnya, potensi gas bumi tersebut belum digarap dengan baik. Menurut Darmawan, infrastruktur produksi dan distribusi gas bumi masih sangat minim, padahal penyaluran gas bumi bisa berimbas pada aktivitas energi lainnya. "Ada kasus di mana pipa gas ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang, sampai kini tidak segera dikerjakan, padahal sudah sepuluh tahun diteken kontraknya," ia mengungkapkan.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi Energi Effendi Simbolon sepakat dengan kebutuhan untuk mengubah pola pemenuhan energi dari minyak ke gas bumi. Menurut dia, urgensi konversi itu juga masih terkendala, yakni minimnya teknologi dan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah untuk memanfaatkan potensi gas ini. (Baca: Ekonomi Melambat, Konversi BBM Tetap On Track)

    "Transfer teknologi di sektor gas bumi berjalan lambat. Di lain sisi, masyarakat masih belum terbiasa menggunakan gas bumi sebagai sumber energi sehari-hari," katanya.

    RAYMUNDUS RIKANG R.W.

    Berita Terpopuler:
    5 Cara Ampuh Dongkrak Jumlah Sperma
    Ada Gunung Bertuah, Bandara Kulon Progo Ditolak
    Marshanda Boleh Gugat Cerai Asal Serahkan Hak Asuh
    Putra Samarinda Cukur Persiba Bantul 3-0


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.