APBN Baru Terealisasi 24 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Marzuki Alie bersama Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkeu M. Chatib Basri dan Menteri PPN Armida Alisjahbana usai  rapat konsultasi tertutup RUU APBN di Gedung Parlemen, Jakarta (3/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua DPR Marzuki Alie bersama Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkeu M. Chatib Basri dan Menteri PPN Armida Alisjahbana usai rapat konsultasi tertutup RUU APBN di Gedung Parlemen, Jakarta (3/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara periode 1 Januari-30 April 2014 mencapai Rp 413,11 triliun atau setara 24,8 persen dari pagu anggaran. Angka ini naik jika dibanding penggunaan APBN tahun lalu yang hanya 23,5 persen pada periode yang sama.

    "Terjadi peningkatan realiasasi pendapatan dan hibah, penurunan defisit, serta peningkatan realisasi anggaran," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangan tertulisnya, siang ini, 11 Juni 2014.

    Menurut Yudi, jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama, persentase realisasi penerimaan pajak naik 1,2 persen, sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik 2,2 persen dibanding penerimaan tahun lalu. (Baca: Anggaran Dipangkas, Kereta Layang Tertunda)

    Pada periode ini, defisit anggaran mencapai Rp 19,57 triliun. Jumlah ini turun drastis dibanding defisit anggaran periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 38,99 triliun. "Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan dan hibah 1,3 persen, dan belanja turun 0,2 persen," ujar Yudi.

    Sementara itu, realisasi pembiayaan mencapai Rp 120,23 triliun atau setara 68,6 persen. Angka ini tercatat naik dibanding realisasi pembiayaan tahun lalu pada periode yang sama yang hanya 49,1 persen. "Tahun ini kebijakan pembiayaan pemerintah bersifat front loading yang bersumber dari penerbitan surat berharga pada awal tahun anggaran," kata Yudi. (Baca: Rapor Keuangan Pemerintah Pusat Belum Hijau)

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita Lain
    Pemecatan Prabowo Tak Hanya Soal Penculikan 
    Ahok Mulai Blusukan ala Jokowi 
    Waspada, Penyakit Haters Prabowo-Jokowi Menular!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.