Chevron Ancam Alihkan Rencana Investasi US$ 12 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung memberi salam kepada wartawan sebelum dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian baru oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, (19/5). TEMPO/Subekti

    Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung memberi salam kepada wartawan sebelum dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian baru oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, (19/5). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, dalam pertemuan di Manila kemarin, pihaknya sempat bertemu dengan CEO Chevron Asia Pasifik. Menurut dia, CEO Chevron meminta kepastian terkait dengan rencana investasi pengeboran laut dalam, dengan nilai investasi US$ 12 miliar, yang saat ini masih terhambat masalah perizinan.

    "Mereka bilang, kalau tidak ada jalan keluarnya bulan ini, mereka akan mencari negara lain. Saya sudah laporkan ke Presiden dan beliau minta ke saya agar US$ 12 miliar itu masuk ke Indonesia," kata Chairul di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin malam, 26 Mei 2014. (Baca: Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Investor)

    Chairul mengatakan pemerintah tidak akan menyia-nyiakan investasi yang cukup besar tersebut. Untuk menggenjot realisasi investasi itu, dia mengaku akan melakukan terobosan dengan langsung mengundang menteri terkait untuk mencari solusinya. "Kalau tidak bisa diputuskan di tingkat saya, akan langsung saya laporkan Presiden," ujarnya.

    Sebelumnya perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memastikan akan meningkatkan total investasinya hingga mencapai US$ 12 miliar di lapangan Dipsi, Selat Makassar. Investasi ini akan dipergunakan untuk mengembangkan produksi gas hingga 1.000 MMCF per hari. (Baca: Chevron Lirik Potensi Panas Bumi Gunung Geureudong)

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Berita Terpopuler
    Kasus Haji, Anggito Curhat ke Syafii Maarif
    Posko Jokowi di Setiabudi Dibakar
    Makin Panas, Kini Ahok Tantang PT Jakarta Monorail  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.