Ini Penyebab Kerusakan Ruas Pantura Paling Parah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota TNI dikerahkan untuk memperbaiki jalur Pantura yang rusak di kawasan Indramayu, Jawa Barat, (10/2). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Sejumlah anggota TNI dikerahkan untuk memperbaiki jalur Pantura yang rusak di kawasan Indramayu, Jawa Barat, (10/2). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Andriananda mengatakan ruas Jatinangor-Sumedang-Kadipaten mempunyai tingkat kerusakan yang paling parah di jalur pantura. Dia mengatakan kerusakan berupa kondisi jalan tergerus.

    "Rusak berat dan kondisi jalan sudah tergerus karena karena curah hujan tinggi pada awal tahun," katanya saat ditemui Tempo, Rabu, 21 Mei 2014. (Baca: Proyek Jalur Pantura, Proyek Laten Tahunan)

    Dia mengatakan dalam ruas sepanjang 15,9 kilometer tersebut telah habis umur jalan dan memasuki masa kontruksi. Pengerjaan ruas tersebut juga mengalami perlambatan karena dilakukan tender ulang yang mengakibatkan kontrak dimulai pada bulan April. Tender ulang ini disebabkan para kontraktor tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

    Dari keseluruhan ruas ini, sepanjang 2,5 kilometer paling parah kondisinya. Selain karena memasuki masa perawatan kontruksi, kondisi jalan mengalami penggerusan akibat jalan yang menanjak dan hujan lebat pada bulan Februari.

    Pengerjaan ruas yang dimulai pada awal Mei ini mempunyai nilai kontrak Rp 87 miliar dengan dua paket. Paket tersebut adalah peningkatan longsoran Jatinangor-Sumedang-Kadipaten senilai Rp 48,9 miliar dan paket pelebaran Jatinangor-Tanjungsari Rp 35,1 miliar.

    Dia mengatakan ruas tersebut tidak dilakukan pembetonan, melainkan pengaspalan. Pembetonan tidak dilakukan karena kondisi jalan hanya selebar tujuh meter, pertimbangan traffic management dan efisiensi anggaran. "Saat ada perbaikan aspal 500 meter saja menyebabkan kemacetan lebih dari lima kilometer," katanya.

    Dia mengatakan hingga kini progres perbaikan jalan mencapai 20 persen. Andriananda berjanji pada H-30 ruas tersebut rampung sehingga dapat dilalui kendaraan mudik yang berasal dari Kota Bandung yang mengarah Kota Cirebon. (Baca: Jalan Pantura Jawa Bebas Rusak Juni 2014)

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IV Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi mengaku kurang puas dengan pengerjaan perbaikan jalan rusak di jalur Sumedang yang menjadi jalur mudik. Dia mengatakan kerusakan jalan dengan ukuran besar masih tersebar di sepanjang jalan tersebut.

    Selain berbahaya, kerusakan tersebut juga berpotensi menyebabkan kemacetan. Selain itu, dia juga menemukan kerusakan jalan di daerah Cijelak, Sumedang, yang menjadi jalur tengah Jawa Barat juga rawan longsor.

    ALI HIDAYAT


    Berita Terpopuler
    Mahfud Dijanjikan Jabatan Lebih dari Menteri

    Kecewa pada PKB, Mahfud: Selesai Tugas di Partai

    ITB Tak Otomatis Terima Siswa Bernilai UN Tinggi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.