Jelang Lebaran, Kendaraan Bertambah 10 Kali Lipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supir truk ini turun dari kendaraannya dan duduk di pembatas jalan, pada saat terjebak kemacetan berhari-hari di jalur Pantura, di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, (22/1). TEMPO/Aditya Herlambang

    Supir truk ini turun dari kendaraannya dan duduk di pembatas jalan, pada saat terjebak kemacetan berhari-hari di jalur Pantura, di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, (22/1). TEMPO/Aditya Herlambang

    TEMPO.COCirebon - Lalu lintas harian rata-rata di sepanjang jalan pantai utara Jawa (pantura) diprediksi akan naik sampai 1.000 persen atau sepuluh kali lipat pada puncak Lebaran. Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan mulai sejak H-7. "Kemungkinan lalu lintas pantura sekitar 110 ribu kendaraan per hari," kata Kepala Bagian Operasi Korlantas Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Istiono di Cirebon, Selasa, 20 Mei 2014. (baca juga:Jalan Jateng dan Jatim Siap Dilalui Pemudik)

    Istiono menjelaskan pada hari biasa sekitar 11 ribu kendaraan melintas di jalur pantura. Lalu lintas pantura padat karena jalur tersebut menjadi tulang punggung infrastruktur atas aktivitas ekonomi masyarakat. Di sepanjang pantura, arus lalu lintas terpadat terjadi di daerah Jawa Barat.

    "Begitu masuk jalur Semarang, Jawa Tengah, pantura terbelah dua ke timur atau ke selatan, jadi tak terlalu padat," kata dia. 

    Kepolisian memastikan akan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas pada saat mudik dan operasi ketupat. Untuk rekayasa lalu lintas, Kepolisian menggandeng Direktorat Bina Marga serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyiapkan prasana jalan. Kerja sama tersebut di antaranya membuat pembatas jalan (mount block) untuk memblokir putaran balik yang rawan kemacetan.

    Istiono menyayangkan masyarakat seringkali mengubah prasarana pemblokiran putaran balik itu. "Hanya kalau pakai semen, masyarakat malas merusak. Kalau yang lain pasti dirusak," katanya. (baca:PU: Separuh Jalur Pantura Sudah Diperbaiki

    Kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Saat ini sedang dibahas aspek perencanaan, kesiapan personel, penyediaan sarana dan prasana, serta logistik. "Untuk jumlah personel, kami sedang menghitung berapa yang akan di-floating. Kalau tahun kemarin sekitar 89.000 personel," katanya.

    ALI HIDAYAT

    Berita lain:
    Jadi Cawapres, Ini Daftar Kebijakan Kontroversi JK
    Profil Wisnu Tjandra, Bos Artha Graha yang Hilang  
    Inanike, Pramugari Garuda yang Salat di Pesawat
    Anak Buah Hilang, Ini Kata Tomy Winata

    Pengamat: Hanya Dua Poros Capres, Jokowi Untung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.