Pasar Harapkan Cawapres Jokowi dari Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasad Jenderal TNI Budiman. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    Kasad Jenderal TNI Budiman. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan pasar akan merespons positif jika calon wakil presiden yang mendampingi Joko Widodo berlatar belakang militer. Menurut dia, Jokowi sering meluncurkan kebijakan yang tak populis sehingga butuh sokongan dari pendamping yang kuat.

    Penggunaan milter dalam mendukung kebijakan ekonomi, Kiswoyo meneruskan, sudah jamak dilakukan di beberapa perusahaan. “Misalnya, di perusahaan tambang kebanyakan menempatkan purnawirawan militer sebagai komisaris,” katanya pada saat dihubungi pada Ahad, 18 Mei 2014.

    Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, mengatakan, deklarasi calon wakil presiden yang dilakukan paling lambat Senin, 19 Mei 2014. Tiga calon wakil presiden Jokowi, nama panggilan Joko Widodo yang menguat, adalah mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. (Baca: Jadi Cawapres Jokowi, KSAD Budiman: Terserah Tuhan)

    Pada saat mengumumkan pencapresannya pada medio Maret 2014, Kiswoyo menjelaskan, indeks menguat tajam 152 poin di level 4.878. Bahkan, indeks pada perdagangan Jumat lalu, 16 Mei 2014, ditutup menembus batas psikologis di level 5.031 seiring semakin pastinya arah koalisi partai politik. (Baca: Pendamping Jokowi Baru Akan Dideklarasikan Senin)

    Kiswoyo juga memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan untuk minggu depan akan berada pada kisaran 4900-5100 karena dipicu deklarasi calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi rencananya digelar pada awal pekan depan. Menurut dia, kisaran harga tersebut akan bertahan cukup lama jika memang hasil pengumuman sesuai dengan harapan pelaku pasar.

    Bahkan, secara teknikal indeks pada tahun ini bisa mencapai level 5.250. Walau sebelumnya akan turun sebelum naik. “Ada istilah buy on rumor, sale on news, jadi sudah ada berita pastinya, para investor akan menjual sebelum kemudian menguat,” kata dia. Sebaliknya, jika calon yang diumumkan ternyata tak sesuai dengan ekspektasi pasar, indeks akan naik terlebih dahulu, dan kemudian akan jatuh lebih dalam. (Baca: Kode Cawapres Jokowi Berinisial J atau A)

    FAIZ NASHRILLAH

    Berita Terpopuler:
    Aburizal-Pramono Edhie Tunda Kemenangan Jokowi 
    Pendamping Jokowi Baru Akan Dideklarasikan Senin 
    Tantri Kotak: Husein Masuk Grand Final Itu Kejutan
    Masuk Senayan, Dave Laksono Incar Komisi I


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.