2019, Seluruh Penduduk Nikmati Air Bersih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah pengungsi erupsi gunung Sinabung membawa sebuah ember berisi air bersih usai didapatkan di sekitar pengusian Universitas Karo, Karo, Sumut, (19/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang bocah pengungsi erupsi gunung Sinabung membawa sebuah ember berisi air bersih usai didapatkan di sekitar pengusian Universitas Karo, Karo, Sumut, (19/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta-  Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Imam S. Ernawi, menargetkan seluruh penduduk Indonesia sudah bisa menikmati air minum dan sanitasi yang layak dalam lima tahun mendatang. Target ini merupakan bagian dari percepatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  2014-2019.

    Imam menganggap target ini merupakan tantangan besar. "Butuh dukungan pendanaan yang kuat dan penerapan inovasi teknologi," kata Imam di Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa, 13 Mei 2014. Menurut dia, saat ini persentase akses air minum aman mencapai 67,73 persen dan akses sanitasi 59,71 persen. Angka ini berada di bawah target Millenium Development Goals 2015 yakni 68,87 persen untuk air minum dan 59,71 persen untuk sanitasi.

    Pada 2019, angka tersebut harus mencapai 100 persen. Padahal, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Indonesia hanya mampu mencapai target air minum dan sanitasi masing-masing sebesar 29,97 persen dan 34,9 persen. "Artinya, dalam lima tahun ke depan kita harus mencapai target yang sebelumnya membutuhkan kinerja 20 tahun," kata Imam.

    Proses pencapaian target ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Perusahaan Daerah Air Minum, dan pihak swasta. Total dana yang dibutuhkan untuk penyediaan air minum 100 persen dalam lima tahun ke depan adalah Rp 274,8 triliun, sementara akses sanitasi butuh dana Rp 385,3 triliun. 

    Target 100 persen penyediaan air bersih ini akan dicapai dengan beberapa program. Direktur Pengembangan Air Minum, Danny Sutjiono, mengatakan langkah-langkah yang akan diambil antara lain membangun sistem instalasi air untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meningkatkan program desa ramah air, membangun sistem penyediaan air minum antar kabupaten, dan mendorong masyarakat hemat air.

    Pada kesempatan yang sama, Imam juga mengumumkan rencana pelaksanaan Indonesia International Water Week pada 2015. Sebelumnya, telah dilaksanakan pertemuan pemangku jabatan dari 17 negara untuk menghimpun isu dan solusi kreatif terkait target post MDGs 2015. "Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan teknologi tentang air dan sanitasi," kata Danny. Hasil pertemuan ini akan digunakan untuk merancang strategi mencapai 100 persen akses air bersih pada 2019.

    MOYANG KASIH

    Baca juga:
    Warga Semarang Minim Layanan Sanitasi dan Air

    Lahan Konservasi Air di Sleman Masih Kurang

    Terpopuler
    Nabrak di Bundaran HI, Pengemudi BMW Tantang Polisi

    Tepis Fitnah Sara, Kiai NU Kampanye untuk Jokowi

    Ini Skuad Resmi Inggris



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.