Samsung Didenda, Apple Sambut Putusan Pengadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ponsel keluaran Apple, iPhone (kiri), disandingkan dengan ponsel produksi Samsung (kanan). cultofmac.com

    Ponsel keluaran Apple, iPhone (kiri), disandingkan dengan ponsel produksi Samsung (kanan). cultofmac.com

    TEMPO.CO, California - Apple Inc mengapresiasi putusan Pengadilan Federal San Jose yang menjatuhkan denda US$ 119,6 juta pada Samsung Electronic Co Ltd . Apple menyatakan putusan ini memperkuat apa yang ditemukan oleh pengadilan di seluruh dunia.

    "Samsung telah sengaja mencuri ide dan meniru produk kami," kata juru bicara Apple Inc, Kristin Hugue, seperti dikutip Telegraph.co.uk, Sabtu, 3 Mei 2014. Menurut dia, penuntutan yang dilakukan adalah bentuk perjuangan dalam menghargai kerja keras karyawannya yang telah merancang produk Apple selama ini.

    Sebaliknya, Samsung enggan mengomentari putusan ini. Juru bicara perusahaan asal Korea Selatan ini menyatakan tak pantas berkomentar, sementara perundingan masih dilakukan. (Baca: Pengapalan Smartphone Tembus 267 juta Unit)

    Begitu juga dengan Google, yang menolak berkomentar. Google memang tidak disebut dalam gugatan, tapi menjadi saksi untuk Samsung terkait dengan paten dalam pencarian universal.

    Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Amerika Serikat memerintahkan Samsung Electronic Co Ltd membayar US$ 119,6 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun pada Apple Inc. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding permintaan Apple yang menuntut US$ 2,2 milar atau sekitar Rp 25,2 triliun. (Baca: Iklan Samsung Sindir Apple, Microsoft, dan Amazon)

    Dalam putusannya, pengadilan menyebut Samsung melanggar dua dari lima hak paten yang dituntut Apple. Salah satu hak paten yang dilanggar Samsung adalah fungsi geser untuk membuka kunci layar ponsel.

    Tak hanya Samsung yang harus membayar denda, dalam persidangan tersebut, Apple juga disebut melanggar hal paten Samsung dan diminta membayar US$ 158 ribu atau sekitar Rp 1,82 miliar. Tiga model, yakni iPhone dan dua model iPod, disebut melanggar hak paten Samsung dalam fitur video galeri.

    THEVERGE.COM | REUTERS| TRI ARTINING PUTRI



    Berita terpopuler:
    Perbandingan Bank Century dengan Bank IFI dan Indover
    Rupiah Menguat, Jangan Senang Dulu

    Ketidakpastian Koalisi Capres Bakal Koreksi Pasar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.