Amazon Raih Kenaikan Pendapatan 32 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos sebagai CEO dan pendiri Amazon, mengangkat Kindle Fire HD saat melakukan pengenalan produknya kepada sejumlah media di Santa Monica, California, Kamis, 6 September, 2012. (AP Photo/Reed Saxon)

    Jeff Bezos sebagai CEO dan pendiri Amazon, mengangkat Kindle Fire HD saat melakukan pengenalan produknya kepada sejumlah media di Santa Monica, California, Kamis, 6 September, 2012. (AP Photo/Reed Saxon)

    TEMPO.CO, Seattle - Perusahaan retail online, Amazon Inc, membukukan kenaikan laba 32 persen menjadi US$ 108 juta pada kuartal pertama 2014.

    Menurut Kepala Eksekutif Amazon Jeff Bezos, kenaikan laba ini diperoleh setelah Amazon membukukan kenaikan penjualan 23 persen atau menjadi US$ 19,7 miliar. "Ini adalah awal yang baik," kata Bezos seperti dikutip dari BBC, Jumat, 25 April 2014.

    Bezos mengatakan saat ini Amazon membuka bisnis baru berupa layanan video streaming, termasuk produk Fire Box TV serta menyepakati kerja sama dengan stasiun televisi HBO. TV box ini bisa terkoneksi dengan penyedia video online, seperti Hulu dan Netflix. Dengan produk ini, Amazon berharap bisa menyaingi penyedia televisi dan video online sekelas Apple hingga perusahaan pemula, Roku. (Baca juga: Amazon Siap Masuk Pasar Ponsel Pintar).

    Namun, ekspansi usaha TV streaming membuat belanja Amazon menjadi semakin meningkat. Termasuk di antaranya belanja investasi gedung yang lebih besar untuk distribusi peralatan rumah tangga, investasi untuk server web, dan investasi untuk menambah program baru seperti layanan pesan antar makanan. Untuk membantu sebagian pembiayaan tersebut, Amazon mengumumkan akan menaikkan biaya pengiriman keanggotaan Prime Unlimited 25 persen. Biaya ini naik dari yang awalnya US$ 79  menjadi US$ 99.

    Karena itu, meskipun Amazon membukukan kenaikan profit, para investor kecewa karena belanja perusahaan malah melambung. Kabarnya, belanja Amazon naik 23 persen dari 2014 dan beban ini mengurangi keuntungan perusahaan. Secara keseluruhan pembagian keuntungan menurun lebih dari 15 persen di tahun ini.

    AMIR TEJO

    Berita Terpopuler
    Ketua Umum Gerindra Dikalahkan Anak Jenderal Djoko
    Akuisisi Batal, Dahlan: Saya Seolah Menteri Ngawur
    Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan
    Ditanya Anak SD, Ini Impian Ahok Jadi Wagub

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.