Jokowi: Saya Datang IHSG Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung pusat perbelanjaan memotret Jokowi saat memilih baju, di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3). TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang pengunjung pusat perbelanjaan memotret Jokowi saat memilih baju, di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sore tadi menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dia mengklaim berkat kedatangannya index harga saham gabungan (IHSG) meningkat 1,7 persen. (Baca: Indeks Harga Saham Tunggu Mitra Koalisi Jokowi)

    "Saya beruntung, kali pertama ke sini dan menutup perdagangan, IHSG langsung naik," klaim Jokowi, begitu sang gubernur disapa, Jumat, 11 April 2014. "Naiknya 1,7 persen berarti saya harus sering datang ke sini." (Baca: Regional Rontok, IHSG Bertahan di Zona Hijau)

    Jokowi mengatakan kedatangannya ke gedung Bursa Efek Indonesia bukanlah untuk memperbaiki merosotnya IHSG setelah pemilihan umum legislatif pada Rabu lalu. Dia datang karena sudah lebih dari tiga kali belum sempat memenuhi undangan Ito Warsito, selaku Direktur Utama BEI. "Baru kali ini bisa datang, lalu saya menutup perdagangan," ujarnya.

    Padahal, sebelum Jokowi datang, indeks memang sudah menguat. IHSG masih menguat 0,44 persen ke level 4.786,83 pada akhir sesi I. IHSG saat penutupan perdagangan Jumat, 11 April 2014, rebound signifikan sebanyak 50,85 poin atau 1,07 persen ke level 4.816,58.

    Sepanjang hari indeks bergerak pada kisaran 4.721,6-4.816,6. Dari 491 saham yang diperdagangkan sebanyak 161 saham menguat, 123 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

    REZA ADITYA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Bicara Efek Jokowi yang Tak Dongkrak PDIP
    Demokrat Yakin SBY Jadi King Maker Koalisi

    Ruhut: Demokrat Boleh Kalah, Jet RI 1 Tetap Biru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.