Renault Protes, Ekspor Anoa ke Malaysia Tersendat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

    Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana ekspor panser Anoa buatan PT Pindad (Persero) ke Malaysia terancam gagal karena protes pabrikan otomotif asal Prancis, Renault. Rencananya, Pindad akan menjual Anoa ke negeri jiran itu menggunakan mesin Renault.

    "Renault protes karena mereka juga menawarkan panser Renault ke Malaysia," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pindad Wahyu Utomo kepada Tempo, Minggu, 6 April 2014. (Baca: 24 Anoa Perkuat Misi TNI ke Sudan)

    Pindad, kata dia, sebenarnya sudah memberikan alternatif kepada pemerintah Malaysia untuk menggunakan mesin Mercedes-Bens atau Deutz. Dua mesin alternatif, menurut Wahyu, sebenarnya sama tangguhnya. "Namun terserah user-nya. Hingga kini mereka belum memberikan jawaban mau pakai yang mana."

    Sebelumnya Malaysia berminat membeli 23 panser Anoa buatan Pindad. Selain Malaysia, beberapa negara ASEAN lainnya juga menyatakan ketertarikannya, misalnya Brunei Darussalam dan Filipina. Selain itu, ada negara-negara Afrika dan Timur Tengah, seperti Irak dan Uganda, yang menyatakan ketertarikannya membeli panser seharga sekitar Rp 7 miliar ini. (Baca juga: Menhan Purnomo Terima Kunjungan Xanana Gusmao)

    AMIR TEJO

    Berita Terkait
    PT Pindad Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun 
    Bangun Pabrik Baja, Cina Minta Disediakan Lahan
    Harga Baja Internasional Terkerek 
    Lonjakan Impor Besi dan Baja Diselidiki  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.