Enam Bandara Habiskan Rp 6,69 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Deli Serdang - Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 6,69 triliun untuk enam proyek bandara yang hari ini diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber, yaitu Anggaran Pendapatan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, dan Anggaran PT Angkasa Pura II," kata Plt. Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, dalam siaran persnya, Kamis, 27 Maret 2014.

    Proyek itu meliputi pembangunan empat bandara baru, yaitu Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang; Bandara Muara Bungo, Jambi; Bandara Pekon Serai, Lampung Barat; dan Bandara Pagar Alam, Lahat, Sumatera Selatan.

    Pembangunan Bandara Internasional Kualanamu menelan anggaran paling besar, yaitu Rp 5,59 triliun. Pembangunan bandara ini telah melalui proses yang panjang, bahkan sempat terhenti akibat krisis moneter pada 1997. Pembangunannya dilanjutkan kembali pada 2007 dan baru selesai pada akhir tahun 2013. Biaya pembangunannya berasal dari Anggaran Kementerian Perhubungan Rp 3,39 triliun dan PT Angkasa Pura II (Persero) Rp 2,2 triliun.

    Bandara Internasional Kualanamu dibangun di atas lahan seluas 1.365 hektare dengan luas terminal 224.298 meter persegi dan telah beroperasi sejak 25 Juli 2013. Bandara ini dipersiapkan untuk melayani 8,3 juta penumpang dan 10 ribu pergerakan pesawat setiap tahun. Kualanamu adalah bandara pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas kereta api. Dengan fasilitas ini, masyarakat menjadi memiliki alternatif untuk menjangkau bandar udara ini dari Kota Medan melalui jalur darat.

    Pembangunan Bandara Muara Bungo dimulai pada 2007 dan rampung pada 2013. Sumber dananya berasal dari APBN sebesar Rp 225,14 miliar dan Rp 142,40 miliar dari APBD Provinsi Jambi. Bandara Muara Bungo telah beroperasi sejak Agustus 2012 dan melayani penerbangan reguler Muara Bungo-Jakarta.

    Bandara Pekon Serai menghabiskan biaya APBN dan APBD sebesar Rp 95,86 miliar. Sedangkan pembangunan Bandara Pagar Alam telah berlagsung sejak 2007 dan selesai pada 2013 dengan kondisi kesiapan fasilitas saat ini sudah 100 persen. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp.108,5 miliar dan APBD sebesar Rp.217,9 miliar.

    TRI ARTINING PUTRI

    Lion Air Juara Delay : 20 Ribu Kali Selama 6 Bulan
    BI: Bitcoin Bisa Jadi Alat Cuci Uang
    Penerimaan Pajak Tahun Ini Merosot
    Trans Studio Ekspansi ke Thailand dan India


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.