Garap Pasar Al-Quran, Indah Kiat Gandeng PBNU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyerahkan penghargaan Pemerintah di bidang Industri tahun 2011 kategori Industri Hijau kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk yang diterima G. Sulistiyanto (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/1). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyerahkan penghargaan Pemerintah di bidang Industri tahun 2011 kategori Industri Hijau kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk yang diterima G. Sulistiyanto (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/1). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mendongkrak penjualan Al-Quran di dalam negeri. Saat ini, berdasarkan data dari Kementerian Agama, Indonesia setidaknya membutuhkan sekitar dua juta Al-Quran per tahunn. Dari jumlah itu, baru bisa dipenuhi 50–60 ribu saja. (Baca juga : Industri Grafika Nasional Tertinggal Sepuluh Tahun)

    “Kami ingin mengisi kekosongan itu dengan bekerja sama dengan PBNU. PBNU bertanggung jawab atas kontennya, sedangkan kami bertanggung jawab untuk percetakan dan pendistribusiannya,” kata Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper, Suhendra Wiriadinata, di Jakarta, 25 Maret 2014.

    Suhendra mengatakan, sejak perusahaannya bekerja sama dengan PBNU, penjualan Al-Quran mengalami peningkatan. Namun kenaikan masih tergolong kecil. Sebab, menurut Suhendra, kerja sama kedua lembaga ini baru berjalan selama setahun. (Lihat juga : Perusahaan Kertas Indah Kiat Dapat ISO 50001)

    Salah satu produk unggulan Indah Kiat Pulp & Paper adalah kertas Al-Quran dengan kualitas tinggi. Sekitar 90 persen produksi kertas Al-Quran perusahaan yang bermarkas di Serang, Banten, ini diserap oleh pasar internasional, terutama Timur Tengah, seperti Mesir, Turki, Suriah, dan Libanon. Bahkan kertas Al-Quran produksi Indah Kiat Pulp & Paper yang diberi label Sinartech ini menguasai 60 persen pangsa pasar kertas Al-Quran di Arab Saudi.

    AMIR TEJO

    Terpopuler :
    Lion Air: Penundaan karena Masalah Operasional 
    Telat 18 Jam, Lion Air Terancam Didenda
    Dolar Berlimpah, Rupiah Menguat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.