Pajak Penjualan Naik, Nissan Fokus Mobil Menengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Sport Sedan merupakan mobil konsep milik Nissan yang diperkenalkan di North American International Auto Show di Detroit, Michigan, (13/1). REUTERS/Rebecca Cook

    Nissan Sport Sedan merupakan mobil konsep milik Nissan yang diperkenalkan di North American International Auto Show di Detroit, Michigan, (13/1). REUTERS/Rebecca Cook

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan pemerintah menaikkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi 125 persen berimbas kepada rencana penjualan produsen otomotif. Wakil Presiden Direktur Penjualan dan Pemasaran Nasional PT Nissan Motor Indonesia Yoshiya Horigome menyatakan pihaknya akan fokus menggarap segmen mobil kelas menengah. (baca: Pajak Mobil Mewah Naik, Dealer Ambil Peluang)

    "Kami akan fokus pada mobil-mobil dengan kapasitas di bawah 3.000 cc," kata Horigome di sela peluncuran sedan All New Teana di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa, 25 Maret 2014.

    Menurut dia, dampak kebijakan kenaikan pajak tersebut akan mempengaruhi penjualan dua produk Nissan, yakni jenis multi purpose vehicle (MPV) Nissan Elgrand dan sport utility vehicle (SUV) Infinity. "Akan terjadi penurunan di segmen itu," ujarnya.

    Penurunan penjualan Infinity, kata Horigome, terlihat sejak tahun lalu. Jika 2012 mobil ini terjual 36 unit, tahun lalu melorot menjadi 12 unit. (baca: Pajak Naik, Mobil Mewah Bekas Bakal Laris)

    Namun, kata dia, kenaikan pajak penjualan barang mewah bakal berimbas pada peningkatan penjualan mobil kelas menengah ke bawah. "Di satu sisi, kebijakan ini memang menyulitkan, tapi di sisi lain juga menimbulkan peluang," ujarnya.

    Untuk menangkap peluang itu, kata Horigome, Nissan akan meluncurkan mobil jenis baru dengan kapasitas mesin sekitar 2.500 cc pada tahun ini. "Tunggu saja dalam waktu dekat."

    PINGIT ARIA


    Berita Terkait

    Pajak Mobil Mewah Naik, Dealer Ambil Peluang 
    Pajak Naik, Mobil Mewah Bekas Bakal Laris 
    Menteri Keuangan Persilakan Capres Buka Data Pajak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.