Pergantian Ketua BPK, Siapa Saja Kandidatnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hadi Purnomo, akan melepas jabatan karena masuk masa pensiun pada 21 April 2014. (Baca: SBY Puji Kinerja BPK).

    Saat ini bursa calon pengganti Hadi mulai dibuka. Ketua BPK akan dipilih secara langsung oleh para anggota (BPK tanpa Hadi Poernomo memiliki delapan anggota) melalui sidang badan.

    Dua anggota Badan Pemeriksa, yakni Rizal Djalil dan Sapto Amal Damandari, disebut bakal bersaing untuk menduduki kursi nomor satu auditor negara tersebut. (Baca juga: BPK: Negara Rugi Rp 7,4 Triliun karena Century).

    Sumber Tempo mengatakan Sapto dan Rizal memiliki posisi dukungan "empat-empat". Artinya, Sapto dan Rizal sama-sama didukung oleh tiga anggota BPK.

    Sapto dan Rizal memiliki latar belakang yang agak berbeda. Sebelum duduk di kursi anggota BPK, Sapto aktif sebagai dosen dan auditor di sejumlah kantor akuntan publik. Lulusan Universitas Gadjah Mada ini pun tiga kali menjabat sebagai anggota BPK, yakni pada 2007-2010, 2010-2013, dan 2013-sekarang.

    Sedangkan Rizal berlatar belakang politikus. Dia menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat pada 1999-2004 dan 2004-2009. Rizal yang meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran ini disokong oleh Partai Amanat Nasional.

    Kabar mengenai majunya Rizal dan Sapto sebagai calon Ketua BPK dibenarkan oleh anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Achsanul Qosasi. Politisi Partai Demokrat ini berpendapat Ketua BPK sebaiknya berasal dari kalangan profesional untuk menjaga independensi.

    Ditemui di Universitas Padjadjaran, Bandung, kemarin, Rizal Djalil enggan mengomentari soal pemilihan pengganti Hadi. "Diserahkan pada undang-undang, masih lama," kata dia. Rizal juga menolak menanggapi kabar yang menyebut dirinya sebagai salah satu kandidat Ketua Badan Pemeriksa. "Saya no comment soal itu."

    Sapto Amal juga menyangkal kabar yang mengatakan dirinya ikut mencalonkan diri sebagai Ketua Badan Pemeriksa. “Belum terpikir oleh saya,” ucap dia.

    ANGGA SUKMA WIJAYA | AHMAD FIKRI (BANDUNG)

    Berita Terpopuler
    Media Malaysia Sebut RI Bantu AS Sembunyikan MH370

    Wartawan Prancis Bikin Menhan Malaysia Melongo  
    Komandan Polisi Tewas Ditembak di Mapolda Metro  
    Anwar Ibrahim Akui Pilot MH370 Kerabatnya




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.