Selasa, 23 Oktober 2018

Layani Perintis, Pemerintah Kucurkan Rp 300 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Trigana dan Susi Air, di bandara Mulia, kabupaten Puncak Jaya, 14/10). ANTARA/Marcelinus Kelen

    Pesawat Trigana dan Susi Air, di bandara Mulia, kabupaten Puncak Jaya, 14/10). ANTARA/Marcelinus Kelen

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti Gumay mengatakan pemerintah membuka 170 rute perintis di 22 provinsi seluruh Indonesia. "Anggaran untuk mengelolanya Rp 300 miliar per tahun," ujar Herry di kantornya, Rabu, 12 Maret 2014.

    Menurut Herry, 170 rute perintis itu sudah ditawarkan kepada maskapai penerbangan nasional. Dari rute tersebut, ada maskapai yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan. "Ada pula yang mendapatkan rute dari hasil lelang," katanya. (baca: Perbaikan Transportasi Kerek Kunjungan Wisatawan)

    Dia mengatakan maskapai yang mengajukan minat untuk melayani penerbangan perintis adalah Susi Air, Trigana, dan Avia Star.

    Rute penerbangan perintis biasanya untuk melayani penerbangan di daerah terpencil. Pemerintah memberikan subsidi kepada maskapai yang melayani rute ini. Subsidi yang diberikan berupa biaya bahan bakar sekitar dua pertiga ditanggung pemerintah dan sepertiganya ditanggung penumpang. Tujuannya agar biaya penerbangan di rute ini lebih murah.

    NURUL MAHMUDAH

    Terpopuler
    Jawa Timur Dorong Transaksi Perdagangan Elektronik
    Harga Tiket Kereta Turun, Rute Mana Saja?
    Buka Data Nasabah Bank, Pajak Gandeng OECD
    Industri Semen Nasional Tergerus Produk Impor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.