Dahlan: Agustus, Proyek Listrik Sumatera Dibangun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat memperbaiki jaringan di Gardu Induk Gambir Baru, Jl. Yos Sudarso, Jakarta, Rabu (11/1). PT. PLN (Persero) sudah mempersiapkan material dan SDM yang sudah terlatih untuk antisipasi penanganan banjir di 13 Gardu Induk rawan banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat memperbaiki jaringan di Gardu Induk Gambir Baru, Jl. Yos Sudarso, Jakarta, Rabu (11/1). PT. PLN (Persero) sudah mempersiapkan material dan SDM yang sudah terlatih untuk antisipasi penanganan banjir di 13 Gardu Induk rawan banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, mengatakan pembangunan sistem transmisi listrik 500 kilovolt di Sumatera akan dimulai pada Agustus 2014.

    Menurut Dahlan, proyek ini akan berjalan bersama pembangunan transmisi listrik antar kota yang hingga kini masih digarap. "Ibaratnya, proyek 500 kilovolt adalah jalan tol. Proyek yang sebelumnya jalan raya biasa," kata Dahlan saat ditemui di kantor Pertani, Jumat, 7 Maret 2014. (BAca: Dahlan Siapkan Terobosan untuk Listrik Sumatera).

    Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp 60 triliun. Menurut Dahlan, dananya dipenuhi dari tiga bank milik pemerintah. Dahlan juga menunjuk lima perusahaan konstruksi pelat merah untuk mengerjakan proyek tersebut. (Baca:Sistem Listrik Sumatera Akan Meniru Jawa).

    Dahlan mengatakan pembangunan sistem transmisi 500 kilovolt tidak akan memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dia khawatir jika memakai dana APBN, akan membutuhkan proses yang lebih lama. Sistem transmisi ini akan mengalirkan listrik dari Sumatera Selatan ke Sumatera Utara. Dahlan mengatakan Sumatera Selatan mempunyai pasokan listrik yang besar dan harganya murah. (Baca: Jero Sayangkan Krisis Listrik di Sumatera Utara ).

    Menurut Dahlan, Sumatera Selatan merupakan lumbung energi yang dapat dimanfaatkan untuk daerah lain. Dia menuturkan harga listrik di Sumatera Selatan mencapai Rp 800 per watt, lebih murah dibandingkan dengan Pekanbaru seharga Rp 2000 per watt dan Medan Rp 4.500 per watt.  "Lebih baik menghasilkan listrik di Sumatera Selatan, dana lainnya bisa digunakan membiayai jaringan transmisi ini," katanya.

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap
    Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih
    Teman-teman Ade Sara Angelina Penuhi RSCM
    Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.