Begini Kritik Warren Buffet kepada Bitcoin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warren Buffett. AP/ Mustafa Quraishi

    Warren Buffett. AP/ Mustafa Quraishi

    TEMPO.CO, New York - Tokoh investasi ternama asal Amerika Serikat, Warren Buffet, punya kritik tajam untuk mata uang virtual Bitcoin. Bos firma investasi Berkshire Hathaway ini menganggap Bitcoin tak layak disebut sebagai mata uang. "Karena Bitcoin tidak memenuhi syarat sebagai sebuah mata uang," kata Buffet dalam wawancaranya dengan CNBC pada pekan pertama Maret 2014.

    Menurut Buffet, Bitcoin tidak layak disebut sebagai mata uang karena tidak ada bank sentral yang bertindak sebagai penjamin. Bitcoin juga disebut "tidak akan lulus tes" sebagai sebuah mata uang karena nilainya hanya didasarkan mata uang lain, yakni dolar Amerika Serikat. Berbeda dengan mata uang resmi negara-negara di seluruh dunia yang memiliki nilai pembanding dan penjamin berupa kekayaan negara dalam bentuk emas atau cadangan devisa. Sebagai investor yang terkenal konservatif, Buffet dipastikan tidak akan menaruh uangnya dalam bentuk Bitcoin.

    Bitcoin adalah mata uang virtual yang diciptakan oleh programmer komputer bernama Satoshi Nakamoto pada 2009. Mata uang ini diperdagangkan dengan acuan (benchmark) dolar Amerika. (baca: Ramai-ramai Uang Bitcoin, Begini Cara Kerjanya)

    Awalnya, Bitcoin dipergunakan sebagai media transaksi oleh pengguna Internet. Lama-kelamaan uang berbentuk rekening online ini diperdagangkan oleh penggunanya. Bank sentral Chicago, Amerika Serikat, mencatat hingga saat ini sedikitnya ada 30 transaksi Bitcoin setiap menit. Nilai tukarnya pun sempat menembus rekor hingga US$ 280 per btc atau sekitar Rp 12,5 juta per unit.

    Karena nilainya fluktuatif dan penggunaannya dianggap membahayakan, sejumlah negara melarang peredaran Bitcoin. Saat ini merebak kekhawatiran Bitcoin digunakan untuk transaksi terlarang, seperti jual-beli narkotik, senjata api, hingga pendanaan teroris. (baca: Mengapa Bitcoin Rawan untuk Pencucian Uang?)

    Belakangan muncul berita buruk mengenai Bitcoin. Beberapa kasus yang menerpa mata uang virtual ini adalah runtuhnya bursa Mt gox Jepang pada pekan terakhir Februari 2014, perampokan US$ 400 juta Bitcoin dari bank Flexcoin di Kanada, perampokan Bitcoin senilai US$ 600 ribu oleh para peretas, dan kematian bos agen Bitcoin, Autumn Radtke.

    FERY FIRMANSYAH

    Terpopuler:
    Sebelum Tewas, Bos Bitcoin Punya Karier Kinclong

    Pasar Pede Jokowi Jadi Presiden
    Bisnis Autumn Radtke, dari Game hingga Bitcoin  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.