Bursa Tutup, Bitcoin Jamin Tidak Ada Uang Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang digital Bitcoin. REUTERS/Jim Urquhart

    Mata uang digital Bitcoin. REUTERS/Jim Urquhart

    TEMPO.CO, Jakarta -Tutupnya salah satu bursa Bitcoin, Mt.Gox memicu kekalutan di antara pengguna dan pedagang mata uang digital tersebut. Penutupan ini dipicu oleh beredarnya sebuah dokumen yang menyebut, bursa Mt.Gox telah diserang hacker dan mengakibatkan hilangnya uang sebesar 744.408 Bitcoin atau setara dengan US$ 390 juta.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Mt.Gox menyatakan menutup semua transaksi untuk sementara waktu. “Ini untuk melindungi situs dan pengguna kami ," seperti dilansir Bloomberg, 26 Februari 2014.

    Meskipun salah satu bursa terbesarnya ditutup sementara, Bitcoin Foundation menyatakan ini bukan akhir dari Bitcoin. Mereka meyakinkan para pengguna Bitcoin bahwa dana mereka tidak hilang karena pencurian atau salah urus. “Sebagai industri kami sudah matang, kami akan bertanggung jawab untuk membangun layanan yang handal untuk ekosistem ini,” dalam pernyataan resmi mereka.

    Upaya Bitcoin untuk menenangkan pasar tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Sejumlah pedagang dan pengguna Bitcoin berkumpul di luar kantor Mt. Gox di pusat kota Tokyo, menanyakan nasib uang Bitcoin milik mereka. Mereka membawa poster bertulisan "Where Are My Bitcoins?". Kolin Burges, seorang pedagang dari London tidak percaya bahwa ia akan kehilangan uangnya. “Saya siap dengan situasi yang terburuk,” ujarnya.

    Penutupan bursa Mt.Gox tersebut memicu turunnya harga Bitcoin lebih dari 13 persen Selasa kemarin, dari sebelumnya yang setara dengan US$524,91.

    BitCoin sendiri masih mempunyai enam bursa perdagangan digital lainnya, antara lain Coinbase dan BTC China. Menurut mereka, apa yang terjadi di Mt.Gox adalah permasalahan internal di bursa tersebut dan tidak menyangkut sistem Bitcoin secara keseluruhan. “Ini tidak akan menggoyahkan Bitcoin,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

    Kalangan otoritas keuangan tidak terlalu cemas dengan penutupan bursa Bitcoin ini. Hal ini dianggap sebagai tahapan untuk lebih mematangkan sistem perdagangan mata uang digital tersebut. Hal ini diungkapkan oleh regulator keuangan di New York Amerika, Benjamin M. Lawsky. "Ini kesempatan baik untuk mematangkan dan secara perlahan mengatur sistem bisnis ini, " kata Benjamin.

    Dalam sebuah pertemuan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas baru-baru ini, yang juga memasukkan Bitcoin dalam agenda pembicaraan, menyepakati pengaturan bursa mata uang digital ini.

    Regulator keuangan di sejumlah negara dalam beberapa bulan juga mulai mencermati dan mengawasi perkembangan Bitcoin. Ada beberapa pendangan yang berbeda dalam menanggapi kemunculan Bitcoin. Rusia melarang sama sekali keberadaan Bitcoin, sedangkan Jerman melihatnya sebagai sebuah teknologi baru.

    Bitcoin dirancang sebagai sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk memindahkan uang di seluruh dunia tanpa menggunakan perantara, sehingga ini akan menurunkan biaya transaksi keuangan. Sebenarnya, bukan baru kali ini saja,bursa Mt.Gox menutup perdagangan, setahun lalu, bursa ini juga menghentikan sementara transaksi untuk beberapa jam.

    BLOOMBERG | REUTERS | IQBAL MUHTAROM

    Berita Lain:
    CEO Path: Pengguna Indonesia Nomor 1 di Dunia
    Angka Pengapalan Perangkat Android di Indonesia Turun
    WhatsApp Siapkan Pesan Suara Bersama Facebook
    Perusahaan Indonesia Abaikan Sistem Keamanan IT
    Bakrie Investasi, Morin: Path Bukan untuk Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.