Jatah Raskin Digandakan, Petani Diklaim Akan Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh mengangkut beras raskin yang mulai didistribusikan hari ini di gudang Bulog, Sub Divre malang-Pasuruan desa Kebonagung, Malang, Jawa Timur, (26/1). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Sejumlah buruh mengangkut beras raskin yang mulai didistribusikan hari ini di gudang Bulog, Sub Divre malang-Pasuruan desa Kebonagung, Malang, Jawa Timur, (26/1). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Natsir Mansyur mendukung rencana pemerintah menggandakan jatah beras miskin pada bulan Maret dan April. Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso selaku perwakilan pemerintah menilai penambahan jatah beras miskin sebagai antisipasi pasca sejumlah bencana alam.

    "Ya malah bagus pemerintah punya inisiatif bantuan," kata Natsir saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Februari 2014. (Baca juga : Bulog Sumatera Selatan Siap Suplai Beras ke Jawa)

    Natsir yakin rencana ini tak akan berdampak negatif jika didukung cadangan beras Bulog yang lebih dari cukup. Jika cadangan kurang, Bulog bisa menyerap beras hasil produksi petani lokal. Sehingga dengan kata lain, rencana pemerintah malah bisa membantu penyerapan produksi beras lokal. “Kalau pun Bulog tak kekurangan cadangan, beras petani juga pasti dibeli Bulog, jadi itu (rencana pemerintah) aman untuk petani." (Lihat juga : Cuaca Buruk, Pasokan Raskin Terhambat)

    Jika masih kurang, dia melanjutkan, Bulog bisa mengimpor beras kualitas raskin. "Asal bukan premium yang diimpor," kata dia. "Jadi saya yakin rencana ini aman."

    INDRA WIJAYA

    Terpopuler :
    Bandara Kertajati Terganjal Pembangunan Terminal 
    Trik Jokowi Menggaet Foxconn 
    Indosat Klaim Sudah Antisipasi Penyadapan 
    Indosat Yakin Ancaman Tifatul Tak Terbukti 
    Konflik Perebutan Air Baku Akan Semakin Terbuka

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.