Seragam Bikin Bos Sritex Lukminto Gaul dengan Jenderal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perintis pabrik textil Sritex, Lukminto. Tempo/Andry Prasetyo.

    Perintis pabrik textil Sritex, Lukminto. Tempo/Andry Prasetyo.

    TEMPO.CO, Surakarta - Rumah duka Thiong Ting di Jalan Kolonel Soetarto, Surakarta dipenuhi karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Lukminto. Bos PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) ini meninggal pada 5 Februari 2014 di Singapura. (Baca: Makam Bos Sritex Lukminto Dekat Masjid).

    Selain pejabat, petinggi negara, dan relasi bisnis, cukup banyak ucapan duka cita dari petinggi dan mantan petinggi militer dan kepolisian. Misalnya dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Dwi Priyatno, dan Panglima Daerah Militer IV Diponegoro Mayor Jenderal Sunindyo. Ada juga dari mantan petinggi militer seperti mantan Panglima TNI Wiranto, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhi Wibowo, mantan Pangdam Jaya Sutiyoso, dan mantan KSAD Ryamizard Ryacudu.

    Juru bicara PT Sritex, Basuki, menganggap wajar kedekatan Lukminto dengan militer. Sebab sejak 1992 hingga sekarang, Sritex memproduksi seragam militer. "Bahkan pada 1994 kami mulai ekspor seragam militer ke NATO dan Jerman," katanya saat ditemui, Rabu, 12 Februari 2014.

    Kedekatan tersebut tidak hanya dalam hal bisnis, tapi juga personal. Dia mengatakan sedikit banyak moral prajurit TNI terangkat karena memakai seragam militer yang sama seperti yang dipakai negara lain. "Secara moral pasti ada rasa bangga, bahwa seragam yang dipakai negara lain adalah buatan Indonesia," ucapnya. Dia menduga hal itu yang membuat Lukminto dekat dengan petinggi dan mantan petinggi militer.

    Soal petinggi militer yang berkunjung ke pabrik Sritex di Sukoharjo, Basuki mengatakan, hal itu sebatas untuk mengecek proses produksi seragam militer. Selain itu bagian dari riset dan pengembangan seragam militer yang dilakukan oleh penggunanya. (Baca pula: Mengapa Bos Sritex Lukminto Masuk Islam?).


    Salah seorang pengusaha dan tokoh Tionghoa di Surakarta, Sumartono Hadinoto, menganggap wajar jika Lukminto dekat dengan petinggi militer. Sebab bisnis Sritex memang menyuplai seragam militer. "Kalau bisnisnya dekat dengan pondok pesantren, pasti banyak kenal orang pesantren," katanya.

    UKKY PRIMARTANTYO



    Terpopuler:
    Jokowi Datang, Pemakaman Bubar
    Usai 'Layani' John Weku, Feby Kontak Anggita Sari
    Hary Tanoe: Masa Jaya Jokowi Sudah Lewat
    Ahok: Kalau Mau Kurang Ajar, Sini Saya Ajarin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.