Ditahan, Dirut Sucofindo Hanya Dinonaktifkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menetri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menetri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan alasannya hanya menonaktifkan Direktur Utama Sucofindo Fahmi Sadiq. Hal ini, kata dia, lantaran khawatir ke depannya Fahmi dinyatakan tidak bersalah.

    "Aku yang paling khawatir, kayak kejadian Dirut Merpati waktu itu, Hotasi Nababan. Sudah dipecat, tapi akhirnya divonis bebas oleh pengadilan," katanya di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2014.

    Dahlan mengatakan akan menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus tersebut. "Belum ada kabar lagi, (jadi) statusnya masih nonaktif."

    Adapun tugas Fahmi sekarang digantikan Sufrin Hannan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Sucofindo. Seperti diketahui, Fahmi ditahan oleh Kejakaan Tinggi DKI Jakarta karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah senilai Rp 55 miliar pada 2010-2011 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kasus itu menimpa Fahmi ketika masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia.

    ANANDA PUTRI  

    Terpopuler :
    Mengapa Bos Sritex Lukminto Masuk Islam? 
    Bagasi Lion Air Dibobol, Kemenhub 'Angkat Tangan' 
    Pejabat Kementerian Perdagangan Bekingi Importir Beras Vietnam
    Bandara Wisata Silangit Butuh Dana Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa