Jumat, 20 Juli 2018

Siapa Lukminto, Juragan Batik Pemilik Sritex

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perintis pabrik textil Sritex, Lukminto. Tempo/Andry Prasetyo.

    Perintis pabrik textil Sritex, Lukminto. Tempo/Andry Prasetyo.

    TEMPO.CO , Jakarta: Muhammad Lukminto, pendiri dan pemilik PT Sritex, meninggal dunia di Singapura pada Rabu, 5 Februari 2014. Pukul 21.40 waktu Singapura, ia mengembuskan nafas terakhirnya.

    Orang yang dijuluki sebagai raja batik itu dulunya hanya seorang pedagang di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Ia mulai berbisnis tekstil sejak usia 20 tahun, tepatnya pada tahun 1966. Usai peristiwa G30S-PKI, pemerintah Orde Baru melarang segala sesuatu yang berhubungan dengan etnis Cina. (Baca juga : unga Duka Jokowi Hingga Prabowo Buat Lukminto)

    Akibat kebijakan itu, Lukminto yang kala itu masih duduk di kelas 2 SMA Chong Hua Chong Hui yang berbasis Cina harus berhenti sekolah. Sekolah Lukminto ditutup. Ia akhirnya mengikuti jejak kakaknya Ie Ay Djing atau Emilia yang telah lebih dulu berdagang di Pasar Klewer.

    Orang tua Lukminto, memberikan modal Rp 100 ribu. Uang tersebut terbilang besar pada waktu itu. Dari modal itu, dia membeli kain belaco di Semarang dan Bandung. Kemudian menjualnya di Pasar Klewer, Pasar Kliwon dan sejumlah pabrik batik rumahan dengan berkeliling sejak pagi hingga petang. (Lihat juga : Lukminto, Bos Sritex, Dimakamkan 10 Hari Lagi )

    Dari hasil berjualan keliling, pada Tahun 1967, Lukminto berhasil membeli dua buah kios di Pasar Klewer. Sejak mengembangkan toko itu lah, bisnis Lukminto makin berkembang.

    Lukminto mulai mengembangkan industri tekstil pada tahun 1972 dengan mendirikan pabrik pertamanya di Semanggi Solo.

    Pada sekitar tahun 1980-an, ia merelokasi dan membangun pabrik tekstil ke Desa Jetis, Sukoharjo dengan nama PT Sri Rejeki Isman atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan PT Sritex. Dari lahan awal seluas 10 hektare, terus bertambah 65 hektare dan kini sudah mencapai 100 hektare lebih. (Berita terkait : Pendiri Sritex, Muhammad Lukminto, Meninggal Dunia)

    Pada Tanggal 3 Maret 1992, pabrik tersebut diresmikan Presiden Soeharto bersama 275 pabrik aneka industri lainnya di daerah Surakarta. Pada tahun itu juga Sritex mulai menggarap tekstil militer dalam negeri. Saat itu Sritex diminta menjadi penyedia logistik ABRI dalam bidang pengadaan seragam prajurit.

    Sukses menggarap pasar dalam negeri, di tahun itu pula Sritex mencoba menembus Eropa. Kala itu German Army yang menjadi bidikan utamanya. Hingga akhirnya German Army mengakui kualitas seragam buatan PT Sritex.

    Lukminto yang pernah memiliki nama Seger Waras ini resmi mengubah nama menjadi Haji Muhammad Lukminto sejak menunaikan ibadah haji pada 1994.

    Perusahaan yang didirikan oleh suami dari Sie Lee Hwie (Susyana) ini telah dicatatkan di pasar modal pada 17 Juni 2013. Emiten berkode SRIL ini melepas 5,6 miliar saham ke publik dengan harga penawaran Rp240 per saham.

    Profil H. Muhammad Lukminto
    Nama Asli :  Ie Djie Shin
    La­hir     : Ker­to­so­no, 1 Ju­ni 1946
    Is­tri       : Sie Lee Hwie (Su­sya­na)
    Orang­tua:  Djie Sing You dan Tan Pik Giok

    Anak :
    1. Von­ny Imel­da Luk­min­to
    2. Iwan Se­tia­wan Luk­min­to
    3. Len­ny Imel­da Luk­min­to
    4. Iwan Kur­nia­wan Luk­min­to
    5. Mar­ga­ret Imel­da Luk­min­to

    Pen­di­dik­an :
    * Se­ko­lah Rak­yat di Ke­di­ri
    * SMP di Ke­di­ri
    * SMA Chong Hua Chong Hui (sam­pai Ke­las II)

    Karir :
    - Presiden Direktur PT Sritex (2006-sekarang)
    - Dirut PT Griya Asri Hidup Abadi (2005-sekarang)
    - Vice Presidnet Director PT Sritex (1999-2005)
    - Asisten Direktur  PT Sritex (1997-1998)

    Peng­har­ga­an :
    1. Peng­har­ga­an Mu­ri atas pe­nye­dia se­ra­gam ang­kat­an ber­sen­ja­ta di du­nia de­ngan jumlah ter­ba­nyak, 16 ne­ga­ra, 2007
    2. Peng­har­ga­an Mu­ri atas pem­ra­ka­sa dan pe­nye­lang­ga­ra pem­bu­at­an de­sain ka­in ter­banyak se­ba­nyak 300.000 de­sain, 2007
    3. Peng­har­ga­an Mu­ri atas per­usa­ha­an yang me­lak­sa­na­kan upa­ca­ra ben­de­ra pa­da tang­gal 17 se­tiap bu­lan.



    PDAT | berbagai sumber


    Terpopuler :

    Bunga Duka Jokowi Hingga Prabowo Buat Lukminto

    Temui Jokowi, Foxconn Janji Investasi Rp 12 T 

    Rute Gemuk Merpati Bikin 'Ngiler' Maskapai Lain 

    Tinggalkan Bisnis PC, Sony Jual Divisi VAIO 

    Strategi Indonesia Menjadi Negara Maju


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Venna Melinda dan Legislator yang Pindah Partai di Pemilu 2019

    Beberapa politikus pindah partai dalam pendaftaran calon legislator untuk Pemilu 2019 yang berakhir pada 17 Juli 2018. Berikut beberapa di antaranya.