Temui Jokowi, Foxconn Janji Investasi Rp 12 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • teknoup.com

    teknoup.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group, berniat berinvestasi di Jakarta melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Hari ini, kedua pihak menandatangani Letter of Intend (LoI) di Balai Kota.

    Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan ketertarikan Foxconn diungkapkan sejak setahun lalu. Kerja sama berbentuk business to business antara Kawasan Berikat Nusantara dengan Foxconn.

    Jokowi menyambut baik investasi di bidang teknologi informasi itu dan akan mengirim perwakilan ke Taipei untuk menindaklanjuti kerja sama. "Kami mau masuk ke industri high value, high end manufacturing," kata Jokowi, Jumat, 7 Februari 2014.

    Direktur Foxconn, Terry Gou, mengaku tidak khawatir dengan tantangan investasi di Jakarta seperti kemacetan. "Saya percaya kepada pemerintah," katanya. Jokowi menimpali, dia yakin proyek MRT dan monorail bisa selesai dalam 5-6 tahun.

    Menurut Terry, nilai investasi Foxconn di Jakarta setidaknya USD 1 miliar atau setara Rp 12 triliun untuk jangka waktu 3-5 tahun. Dia berpromosi, investasi ini bisa menyerap tenaga kerja muda di Jakarta maupun daerah lain. "Dia berasal dari Jawa Tengah. Banyak insinyur muda dari Jawa Tengah bisa pindah ke sini."

    Untuk mendukung niat ini, Jokowi berjanji mempermudah perizinan dan dan membenahi infrastruktur. Sebagai langkah awal, Pemprov sudah mengalokasikan lahan 200 hektare di Marunda, Jakarta Utara. Selanjutnya, penandatanganan memorandum of understanding dijadwalkan pada April 2014.

    ATMI PERTIWI

    Berita Terpopuler:
    Kado Spesial Ibrahimovic untuk Ulang Tahun Ronaldo
    Laudrup Mencari Upaya Hukum Sikapi Pemecatannya
    Moyes Kepergok Nonton Pertandingan Olympiakos
    Marcelo Korban Rasisme di Derby Madrid
    PSG Goda Januzaj dengan Harga Rp 792 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.