Petambak Udang Subang Rugi Miliaran Akibat Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Senin (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah warga melintasi banjir di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Senin (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Subang - Banjir yang melanda Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, sejak Sabtu, 18 Januari 2014, merugikan petambak udang hingga Rp 1,5-6 miliar. "Padahal saat ini musim panen udang. Para petambak seharusnya menikmati hasil mereka," kata Camat Legon Kulon Asep Rudih, Rabu, 22 Januari 2014.

    Udang yang diproduksi petambak di Subang ini, kata Asep, merupakan udang unggul yang didistribusikan ke hotel-hotel di Jakarta dan Bandung. Selain ke dua kota itu, udang jenis bago (menyerupai udang peci super) itu juga diekspor ke beberapa negara Eropa.

    Asep menjelaskan, butuh waktu sekitar 40 hari  untuk memanen udang tersebut. Selain mendatangkan kerugian, banjir ini pun membuat para petambak mesti memanen ulang udang bago tersebut.

    Sementara dalam hal pertanian, kata Asep, petani tidak mengalami kerugian besar seperti petambak. "Padi yang terendam banjir tidak akan membuat petani harus panen ulang," ujarnya. Untuk menanam padi hingga memanennya membutuhkan waktu 20 hari hingga satu bulan. Menurut Asep, selama tidak terendam lebih dari seminggu, padi masih segar sehingga petani tidak perlu memanen ulang. 

    Adapun Kecamatan Legon Kulon terletak di kawasan pesisir Jawa Barat bagian utara. Mata pencaharian sebagian warga di sana adalah petambak dan petani.

    PERSIANA GALIH

    Berita lainnya:
    Akun Instagram Ani Yudhoyono Terpopuler di Dunia
    Tingkah Polah 3 Ibu Negara Dunia di Instagram
    Marcos Lopes, Bintang Muda Manchester City
    Perang Antikorupsi, Pengacara Cina Justru Dibui
    Jokowi ke Tebet, Warga: Ingin Lihat Pak Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.