Waspadai Simpul Macet di Bandara Halim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang saat melakukan chek in, di PT Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (8/1). Pada 10 Januari nanti Bandara Halim Perdanakusuma secara resmi akan dioperasikan menjadi bandara komersial. TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang penumpang saat melakukan chek in, di PT Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (8/1). Pada 10 Januari nanti Bandara Halim Perdanakusuma secara resmi akan dioperasikan menjadi bandara komersial. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Halim Perdana Kusuma mulai melayani penambahan penerbangan komersial pada Jumat, 10 Januari 2014. Meski digadang-gadang mengurangi kemandekan angkutan udara, tambahan layanan ini malah bisa membuat macet jalan raya di kawasan Jakarta Timur.

    Menurut General Manager PT Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma, Iwan Krishadianto, kemacetan bakal terjadi pada akses jalan menuju Bandara Halim. Lokasi yang mungkin bakal macet adalah Jalan Raya Cawang serta akses tol Bekasi dan Cikampek. Untuk mengurangi kemacetan, Angkasa Pura akan melakukan rekayasa lalu lintas. "ini untuk sementara. Setelah ada persetujuan dari Dinas Perhubungan Jakarta, kami akan mengkaji solusi permanennya," kata dia.

    Iwan mengatakan, rekayasa yang akan dilakukan oleh Angkasa Pura adalah memasang rambu tambahan di jalan dan menambah petugas di sejumlah titik rawan macet. Rekayasa kini dilakukan di Cawang, Traffic Light Halim, dan jalan keluar dari Bekasi serta Cikampek.

    Menteri Perhubungan Everest Ernest Mangindaan mengatakan kesiapan akses jalan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma masih terus dikaji. "Setelah penerbangan perdana dan diketahui kapasitasnya, bisa diputuskan mau lewat mana," ujarnya saat mengunjungi Bandara Halim, Rabu, 8 Januari 2014.

    Untuk moda transportasi, Mangindaan mengatakan, ada bus Damri dan lima armada taksi yang siap melayani masyarakat dari dan ke Bandara Halim. "Damri mulai Jumat sudah beroperasi untuk tujuh jurusan, yakni Rawamangun, Bogor, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Bekasi, Depok, Pondok Gebang, dan Gambir," ujarnya.

    Sedangkan untuk taksi, ada lima armada yang sudah bergabung dengan Angkasa Pura II, yakni Srei Medali, Blue Bird, Express, Cipaganti, dan Silver Bird. Taksi-taksi ini nantinya bakal mendapat stiker untuk bisa menaikkan penumpang dari bandara. Sementara taksi tanpa stiker hanya bisa mengantar penumpang hingga terminal keberangkatan.

    AYU PRIMA SANDI

    Terpopuler
    KPK Tak Ambil Pusing Ulah Anas Urbaningrum
    Dipanggil KPK, Anas Telepon Ibunya
    Pengacara SBY Akui Biasa Dibayar US$ 500 Per Jam
    Jubir PPI Bersedia Minta Maaf ke Denny Indrayana
    Jubir PPI Minta Maaf ke Denny Indrayana
    PlayStation 4 Resmi Meluncur di Indonesia
    Memeras, Ketua Pemuda Pancasila Bekasi Ditangkap

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.