Kalla: Kenaikan Elpiji Senilai Kirim Lima SMS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla. TEMPO/Dasril Roszandi

    Jusuf Kalla. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Malang:Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kenaikan harga elpiji 12 kilogram non subsidi bisa menyelamatkan PT Pertamina dari kerugian. Kesehatan PT Pertamina bisa terganggu, tanpa kenaikan harga.  Bisnis PT Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara dalam bahaya apabila tak bisa mengembangkan diri. Perusahaan itu bisa kalah bersaing dengan perusahaan lain.

    Kalla mengatakan setiap kali harga naik selalu diikuti oleh keluhan. “Setiap kenaikan pasti ada keluhan,"  kata Kalla usai menghadiri reuni Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu, 4 Januari 2014.

    Namun, kata Kalla, kalangan kelas menengah bisa menghabiskan gas elpiji 12 kilogram dalam sebulan. Jadi, rata-rata sepertiga kilogram gas elpiji habis dipakai. Kalla menghitung kenaikan harga gas elpiji sebesar 68 persen Rp 3.959 per kilogram sama saja kenaikan sekitar Rp 1.300 per hari. "Kan sama dengan biaya SMS lima kali," kata dia.

    Kalla mengakui dampak perubahan harga elpiji bisa memicu kenaikan harga barang, seperti usaha makanan dan restoran. Namun efeknya tak sampai menjadikan inflasi. Adapun pelaku usaha kecil tetap bisa menggunakan gas elpiji 3 kilogram yang masih mendapat subsidi pemerintah. "90 persen usaha kecil menggunakan gas subsidi," katanya. (Baca: Industri Makanan Terkena Dampak Harga Baru Elpiji)

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan. SBY minta mereka menjelaskan kepada masyarakat mengenai kenaikan harga itu. (Baca: Wakil Menkeu Minta Pertamina Kawal Harga Elpiji)

    PT Pertamina sejak 1 Januari 2014 menaikkan harga gas elpiji nonsusbidi 12 kilogram menjadi Rp 117 ribu per tabung, dari semula Rp 70 ribu.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?