Menangis, Dirut Pertamina Besuk Korban Kereta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina, Karen G Agustiawan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Pertamina, Karen G Agustiawan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, mendatangi keluarga korban tewas akibat tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bintaro, Jakarta Selatan. Jenazah korban berada di Rumah Sakit Polri Jakarta.

    Mengenakan baju batik berwarna cokelat, Karen didampingi oleh Direktur Pemasaran PT Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta dan pejabat lainnya. Tiba di RS Polri pukul 14.45 WIB, Karen langsung menuju depan ruang jenazah, tempat keluarga korban menunggu. 

    "Saya datang untuk berbelasungkawa kepada keluarga korban, karena sore ini jenazah akan dipulangkan," kata Karen.

    Karen tak kuasa menahan air mata, saat bertemu dengan keluarga korban. Sesekali ia mengusap air mata di pipinya yang putih agak kemerahan. "Saya turut berduka cita ya bu, yang sabar," kata Karen sambil memeluk Ratna, 53 tahun, nenek dari Alrisa Maghfirah (16) yang tewas dalam kecelakaan tersebut.

    Karen meminta semua pihak tidak menyimpulkan sendiri penyebab kecelakaan Kereta Rel Listrik di Bintaro, Jakarta Selatan, yang menabrak truk tangki Pertamina. Menurutnya, penyebab kecelakaan itu menunggu hasil investigasi yang dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian. 

    "Sampai saat ini jangan mengambil simpulan apa pun. Biar pihak Kepolisian dan KNKT yang bekerja," kata Karen saat mengunjungi keluarga korban di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Selasa, 10 Desember 2013.

    Pertamina, kata dia, meyakini profesionalitas KNKT dan Kepolisian dalam menginvestigasi kecelakaan tersebut. Menurutnya, jika hasil penyelidikan membuktikan truk tangki milik Pertamina melanggar aturan dan menyebabkan kecelakaan itu terjadi, Pertamina siap meminta maaf.

    "Kami akan minta maaf kalau memang kesalahan dari pihak alat transportasi kami atau pengemudi kami," dia menegaskan.

    Pertamina, kata Karen, juga akan memberikan santunan yang besarannya sama dengan yang diberikan PT Jasa Raharja, yakni Rp 25 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia, dan maksimal Rp 10 juta bagi korban yang mengalami luka. "Nanti akan diserahkan kepada pihak keluarga. Dan kami juga akan memberikan santunan kepada yang cacat dan terkena korban kebakaran," ujarnya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.