Boediono: Saat Ini Bukan Masa yang Mudah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Boediono. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Boediono. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono pada Rabu, 16 Oktober 2013 hari ini membuka Trade Expo Indonesia (TEI) yang merupakan pameran produk ekspor terbesar di negeri ini. Di hadapan sekitar dua ribu pengekspor, Boediono berpidato soal masih buruknya kondisi perekonomian global saat ini.

    Menurutnya, kondisi ekonomi global yang suram akan membuat Indonesia masih akan menghadapi masa yang berat untuk setidaknya dua tahun ke depan. "2013-2014 bukan masa yang mudah, tapi banyak tantangannya," kata Boediono dalam sambutannya, Rabu, 16 Oktober 2013.

    Ia kemudian menjelaskan sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi krisis ekonomi dunia. "Saya ingin berbagi mengenai sikap kita menghadapi situasi ekonomi dunia yang akhir-akhir ini menunjukkan ketidakpastian. Ini penting untuk menyatukan pandangan kita, baik sisi pemerintah maupun pelaku bisnis untuk merespons sikap yang akan kita ambil."

    Boediono menyatakan, ada tiga isu global yang akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia kini. Yang pertama, kata dia, adalah kesimpulan pertemuan APEC di Bali, KTT ASEAN di Brunei Darussalam, dan pertemuan tahunan Bank Dunia di Washington yang berlangsung beberapa pekan lalu.

    "Hampir semua menyatakan bahwa pada 2013-2014 akan terjadi perubahan motor penggerak ekonomi. Yang mulai menanjak sekarang adalah negara-negara maju, sementara negara-negara berkembang justru akan sedikit menyurut pertumbuhannya," ujarnya. Hal itu, menurut Boediono, harus diantisipasi oleh pelaku usaha sebagai pertimbangan untuk mengubah arah pasar ekspornya.

    Isu kedua yang perlu diantisipasi, kata Boediono adalah kebijakan pengetatan ekonomi dari Bank Federal Amerika Serikat (The Fed). Seperti diketahui, The Fed berencana mengurangi injeksi atau suntikan dana sebesar US$ 5 miliar per bulan ke dalam sistem keuangan di Amerika. "Kebijakan itu baru diumumkan tetapi belum dilaksanakan, tetapi dampaknya cukup signifikan. Bagaimana kalau sudah dilaksanakan?" katanya,

    Selain itu, yang tak kalah pentingnya, kata Boediono, adalah perkembangan politik di Timur Tengah dan kawasan Afrika Utara. Krisis di kawasan tersebut, menurutnya akan sangat berpengaruh terhadap harga minyak, komoditas yang paling banyak diimpor, sehingga membebani neraca perdagangan kita.

    Selain kalangan pengusaha, dalam acara ini hadir juga Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar. Selain itu, hadir pula Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, dan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto.

    PINGIT ARIA

    Topik Terhangat
    Ketua MK Ditangkap | Dinasti Banten | Setahun Jokowi-Ahok | Pembunuhan Holly Angela

    Berita Terpopuler
    Ada Cacing Hati di Sapi Jokowi
    Istri Akil Mochtar Minta KPK Buka Rekeningnya
    Jokowi: Lihat Saja Nanti Siapa yang Disembelih
    Roy Suryo Larang Timnas U-19 Temui Politikus
    Mau Blusukan, Sultan HB X Minta Mobil Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.