Perokok Indonesia Terbanyak se-Asia Tenggara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Persentase konsumsi rokok di Indonesia dinyatakan terbesar se-Asia Tenggara. Peneliti sekligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, RA Yayi Suryo Prabandari, mengungkapkan jumlah perokok di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

    "Secara keseluruhan, jumlah perokok di Indonesia laki-laki dan perempuan naik 35 persen pada 2012," kata Yayi saat ditemui usai konferensi pers pada 9 Oktober 2013. Yayi menjelaskan, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, konsumsi rokok di Indonesia mencapai 46,16 persen. Sedangkan di Malaysia, konsumsi rokok hanya 2,90 persen. Di Myanmar 8,73 persen, Filipina 16,62 persen, Vietnam 14,11 persen, dan Thailand sebanyak 7,74 persen. Di Singapura, konsumsi rokok hanya 0,39 persen, Laos sebanyak 1,23 persen, Kamboja 2,07 persen, dan Brunei Darussalam 0,04 persen konsumsi rokok.

    Berdasarkan data yang diterbitkan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Southeast Asia Tobacco Control Alliance, dan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Indonesia bahkan menduduki urutan ketiga dengan jumlah perokok terbanyak di dunia setelah Cina dan India. Pada 2012, diperkirakan terdapat 62,3 juta perokok di Indonesia. Meningkat dari 2011 dengan jumlah perokok sebanyak 61,4 juta perokok. (Baca:30,7 Juta penduduk Indonesia Perokok Anak)

    Yayi dan peneliti lainnya di daerah berupaya mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok. Tujuannya, untuk menekan angka proporsi rokok terutama di kalangan remaja. "Kami tidak akan bisa bergerak sendiri untuk menekan angka proporsi konsumsi rokok. Perlu dukungan regulasi pemerintah," ujarnya.

    Yayi berharap, jika tarif cukai dinaikkan, harga rokok yang tinggi bisa mengurangi kemampuan remaja dalam membeli rokok. Dampak rokok memang baru akan terasa pada 15-20 tahun mendatang. Remaja berusia 10-14 tahun sudah merokok. Mereka akan menuai penyakit akibat rokok pada usia produktif. (Baca:Orang Indonesia Pilih Merokok Ketimbang Makan Ayam)

    APRILIANI GITA FITRIA

    Berita Lainnya:
    Ahok: Penjarakan Pembakar Halte Transjakarta  
    Menteri Gamawan Izinkan Airin Pulang Lebih Cepat  
    Narkoba di Meja Akil Dibungkus Plastik Obat MK-RI
    Terduga Pembunuh Holly Terungkap dari CCTV  
    Jokowi Disayang Media, Awal Popularitas di Socmed  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.