Rabu, 14 November 2018

Potensi Migas di Tarakan Diklaim Masih Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumur minyak Pamusian 86, Tarakan, Kalimantan. TimurTEMPO/Subekti

    Sumur minyak Pamusian 86, Tarakan, Kalimantan. TimurTEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Surabaya-Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Udin Hianggio, megatakan cadangan minyak dan gas bumi di wilayahnya masih menjanjikan. Dia memang tak memungkiri bahwa sebagian ladang migas di Tarakan mengering setelah dikuras lebih dari 100 tahun lalu.

    Namun kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) seperti Medco dan Pertamina, kata dia, berhasil menemukan cadangan sumber minyak baru. Temuan sumber minyak ini, menurut Udin, mematahkan prediksi sebagian kalangan yang menyatakan bahwa minyak di Pulau Tarakan akan habis pada 2020.

    Medco dan Pertamina, katanya, terus mengembangkan sumur-sumur migas baru di Tarakan. Ia berharap dua KKKS itu berhasil mendulang migas. "Minyak ini sulit diprediksi. Orang memperkirakan minyak Tarakan habis pada 2015 hingga 2020. Faktanya masih bisa ditemukan cadangan potensial," kata Udin kepada Tempo usai meneken nota kerjasama dengan Universitas Airlangga di Surabaya, Rabu 2 Oktober 2013.

    Sumur-sumur migas yang sudah tua harus dikembangkan dengan menggandeng perusahaan daerah. Dengan begitu, hasilnya bisa dimaksimalkan menggunakan teknologi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Melihat perkembangan eksplorasi 2 KKKS di Tarakan, Udin optimistis Tarakan masih menyimpan daya tarik investor.

    Soal Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, Udin mengakui ada potensi penurunan setelah berpisah dengan Kalimantan Timur. Kalimantan Utara ditetapkan menjadi provinsi pada Sidang Paripurna DPR, 25 Oktober 2012. Saat masih tergabung dengan Kalimantan Timur, kata dia, produksi migas dari Selatan (Balikpapan) memang lebih mendominasi ketimbang Utara (Tarakan).

    Ia menyebutkan ada potensial loss DBH sebesar Rp 500 miliar untuk Kalimantan Utara. Menurutnya Provinsi Kalimantan Timur mendapat DBH migas sebanyak Rp 800 miliar setiap tahun. Dari total itu, Rp 300 miliar disumbang dari ladang migas di Utara Kalimantan.

    Kendati terancam kehilangan DBH dari sebelah Selatan, Udin optimistis Kalimantan Utara menyimpan ladang migas cukup besar di lautan lepas. Ia menyebut ada potensi besar migas di Selat Ambalat yang berbatasan dengan Malaysia. "Ambalat mengandung potensi migas besar, ini belum tersentuh. Malaysia saja bersikeras, karena ada yang mereka harapkan," kata dia.

    Rektor Unair, Fasichul Lisan, mengatakan Kota Tarakan merupakan daerah yang menyimpan potensi alam besar. Selain migas, kata Fasich, Tarakan ada peluang untuk pengembangan di sekor pendidikan dan budidaya ikan. "Apa yang dimiliki Unair dan Tarakan, kami bisa saling bantu. Kerja sama ini berlaku hingga 3 tahun kedepan," ujarnya.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?