Penjualan Kendaraan Niaga Mitsubishi Tumbuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Pajero Sport menyumbangkan 90 persen penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selama IIMS 2009 lalu.

    Mitsubishi Pajero Sport menyumbangkan 90 persen penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selama IIMS 2009 lalu.

    TEMPO.CO, Jakarta -- Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan niaga yang lesu,  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors mampu menggenjot penjualan kendaraan niaga, Mitsubishi yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,5 persen pada periode Januari – Agustus 2013.  Penjualan kendaraan niaga Mitsubishi mencapai 42.939 unit pada Januari-Agustus 2013, termasuk Colt Diesel dan Fuso.

    Menurut Executive Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian, Rizwan Alamsjah, pasar kendaraan niaga secara nasional pada Januari-Agustus minus 1 persen mencapai 95.635 unit. “Tapi kami malah naik 5,5 persen dan bisa mempertahankan penguasaan pasar sebesar 30 persen,” katanya pada da Indonesia International Motor Show di Kemayoran, Rabu, 25 September 2013.

    Menurut dia, penurunan pasar kendaraan niaga nasional disebabkan menurunnya permintaan pada sektor pertambangan dan komoditas. Tapi, penjualan Mitsubishi untuk colt diesel dan Fuso masih tertolong oleh banyaknya proyek infrastruktur dan eksekusi proyek pemerintah di pulau Jawa. “Jadi memang pasar kami 50 persen masih di pulau Jawa, 30 persen di Sumatera, dan 15 persen di Kalimantan. Kami tertolong proyek-proyek di pulau Jawa.”

    Hingga akhir tahun, Mitsubishi menargetkan total penjualan sebesar 155-165 ribu, termasuk kendaraan niaga dan passenger car. Dari target penjualan sebesar 155-165 ribu tersebut, 65 ribu unit ditargetkan merupakan commercial cars, sementara sisanya merupakan kendaraan niaga.

    “Kontributor kami yang terbesar memang masih kendaraan niaga,” katanya. Rizwan optimistis bahwa target penjualan akan tercapai pada akhir tahun mengingat penjualan Januari-Agustus sudah mencapai 100 ribu unit.

    Pada 2014, Rizwan memprediksi penjualan Mitsubishi akan stagnan mengingat kondisi makro ekonomi yang mengalami perlambatan. Faktor ekonomi seperti pelemahan nilai tukar rupiah serta pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai target pemerintah.

    ANANDA TERESIA

    Berita Terpopuler
    Bon Jovi Kehilangan Drummernya
    Energi Lebih Diperlukan untuk 'Mata Najwa'
    Alexandra Asmasoebrata Tak Dikenal di Konser Yovie
    Hari Ini Dul Keluar Rumah Sakit
    Adam Levine Sindir Video Musik Baru Lady Gaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.