Soal Mobil Murah, Marzuki Alie: Banyak Omong Semua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil murah milik Astra Daihatsu Motor (ADM), Astra Daihatsu Ayla dengan tipe GT saat diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, Jakarta, (24/9). TEMPO/Subekti

    Mobil murah milik Astra Daihatsu Motor (ADM), Astra Daihatsu Ayla dengan tipe GT saat diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, Jakarta, (24/9). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Semarang:Ketua DPR Marzuki Alie menilai perdebatan tentang mobil murah dan kemacetan yang terjadi akhir-akhir ini sangat tidak mencerdaskan. Kata dia, baik yang setuju ada mobil murah dan yang menolak mobil murah sama-sama tidak mengerti masalah. "Ada hal yang berbeda. Jangan dihubung-hubungkan. Ini orang tidak ngerti tapi banyak ngomong semua," kata Marzuki Alie seusai menjadi pembicara kuliah umum di IKIP PGRI Semarang, Selasa 24 September 2013.

    Marzuki menyinggung orang yang menolak mobil murah seolah-olah sudah berpihak pada rakyat. "Omongannya itu seolah-olah. Misalnya saya ga perlu mobil murah saya perlu angkutan murah bagi rakyat. Itu kan seolah-olah," kata Marzuki.

    Seharusnya, kata Marzuki, "Yang mencerdaskan adalah masalah transportasi murah dan aman adalah tanggungjawab saya sebagai kepala daerah."

    Sedangkan yang pro terhadap penjualan mobil murah seharusnya memikirkan industri mobil dalam negeri. "Masalah kebijakan pemerintah pusat tentang industri mobil jelang 2015 harus kita dukung," kata Marzuki. Sebab, sebentar lagi akan ada pasar bebas di tingkat ASEAN sehingga jika industri dalam negeri tidak siap maka akan berdampak negatif.

    "Saya melihat yang berdebat sama-sama orang yang tidak mengerti. Akhirnya rakyat tidak dicerdaskan," kata politisi Partai Demokrat ini. Kata dia, ga ada hubungannya industri mobil dengan kemacetan. Sebab, kemacetan itu terkait dengan infrastruktur, tata ruang wilayah hingga penyiapan transportasi umum yang baik.

    Ia mencontohkan Jepang merupakan produsen mobil besar negaranya tidak macet.
    Kata Marzuki, soal mobil murah ataupun mahal itu tidak penting. Yang terpenting adalah penguatan industri mobil dalam negeri agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.

    ROFIUDDIN

    Berita Lainnya:
    Fathanah Pernah Menikahi Pramugari  
    Jebret, Kekayaan Bahasa Indonesia di Sepak Bola  
    Asal Mula 'Jebret ow-ow-ow' Valentino Simanjuntak  
    Komnas HAM Kecam Penyegelan Gereja St. Bernadette
    BBM Untuk Android Tak Jadi Dirilis Pekan Ini  
    Jebret Gol AFF U-19 Heboh di YouTube  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.