Mogok, Produsen Tahu-Tempe Rugi hingga Rp 200 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Kenaikan harga kedelai yang tak wajar dalam sebulan terakhir membuat para produsen tempe dan tahu mogok produksi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Kenaikan harga kedelai yang tak wajar dalam sebulan terakhir membuat para produsen tempe dan tahu mogok produksi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu-Tempe Indonesia, Suyanto, menyatakan produsen tahu-tempe menderita kerugian materiil senilai Rp 200 miliar akibat aksi mogok produksi beberapa hari ini. "Loss opportunity ini sekitar Rp 200 miliar, dan banyak produsen yang terpaksa gulung tikar karena harga kedelai yang sangat tinggi," katanya ketika dihubungi Selasa pagi, 10 September 2013.

    Sejak kemarin, pengusaha tahu-tempe yang tergabung dalam Gakoptindo berhenti berproduksi. Aksi mogok ini dilakukan karena harga kedelai tak kunjung turun sehingga mereka mendesak pemerintah menstabilkan harga.

    Selain kerugian tidak berproduksi, pihaknya menghitung sekitar 10 persen produsen telah tutup usaha jauh sebelum aksi mogok dilakukan. Sebanyak 20 persen hingga 30 persen perajin juga diketahui sudah merumahkan karyawannya. "Keseluruhan perajin saat ini berjumlah 115 ribu dengan karyawan berjumlah total 1,5 juta tenaga kerja," ujar Suyanto.

    Menurut dia, Gakoptindo bersama perajin tetap akan melangsungkan aksi mogok produksi hingga esok hari. Pihaknya menyatakan masih menunggu sikap konkret pemerintah dalam menstabilkan harga kedelai. "Kecuali kedelai impor sudah terbukti masuk, tidak hanya statement, kami akan sambut gembira. Kalau tetap tidak ada tindakan konkret, setelah ini kami akan turun ke jalan," katanya.

    RIRIN AGUSTIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.