Jalan Dibeton, Lalu Lintas Pelabuhan Dialihkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • aktivitas pengerjaan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto

    aktivitas pengerjaan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Satuan Kerja Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi, mengatakan lalu lintas di sekitar Simpang Jampea, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akan segera dialihkan. Waktu dimulainya pengalihan arus lalu lintas tersebut akan diputuskan setelah tim melakukan survei besok. "Truk besar dan angkutan pelabuhan akan dialihkan," kata dia saat ditemui Tempo di kantornya, Selasa, 3 September 2013.

    Pengalihan itu dikhawatirkan akan membuat lalu - lintas di kawasan pelabuhan kacau untuk sementara waktu. "Kemungkinan akan ruwet dan ribut dalam dua hari pertama," ujar Bambang.

    Ia menuturkan, pengalihan arus lalu lintas tersebut harus dilakukan karena Kementerian Pekerjaan Umum akan membeton jalan di Simpang Jampea. Ia menyebut ada 11 titik pertemuan kendaraan di kawasan tersebut yang menyebabkan kemacetan. Bambang mengatakan, kementerian memutuskan penggunaan beton bertulang karena jalan di wilayah itu membutuhkan konstruksi yang cukup kuat untuk menahan beban kendaraan panjang.

    Bambang menjelaskan, pengaspalan kerap dilakukan di Simpang Jampea. Namun karena terus dilewati kendaraan besar, ditambah dengan kemacetan yang menyebabkan beban menjadi lebih berat, jalan pun cepat rusak. Ia memprediksi pengerjaan pembetonan akan memakan waktu 1,5 bulan. 

    Ia pun membandingkan umur aspal dan beton. Bambang menuturkan, aspal bisa hanya bertahan lima tahun. Sedangkan beton memiliki umur di atas 20 tahun. Ia mengklaim beton jenis "high-strength concrete" yang akan dipakai, lebih cepat mengeras dibanding beton biasa. Ia menjelaskan, beton biasa memerlukan waktu minimal 21 hari untuk mengeras dan bisa dilalui. Untuk  beton berjenis "high-strength concrete" dapat mengeras dalam 24 jam sejak diaplikasikan. "Biayanya Rp 4 miliar untuk total 4.000 meter persegi beton dengan "multiyears" program," kata dia.

    Berikut ini skenario pengalihan arus lalu lintas untuk truk angkutan barang tersebut.

    1. Kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priok yang hendak menuju Jalan Yos Sudarso, akan dialihkan ke Jalan Banda, melewati Pos 8, kemudian menuju Jalan Enggano

    2. Kendaraan dari Jalan Yos Sudarso yang menuju Cilincing akan diarahkan melewati Pos 9 untuk memutar balik

    3. Kendaraan dari Jalan Yos Sudarso yang mengarah Ancol akan dialihkan ke Jalan Enggano dan Jalan R.E. Martadinata sebelum mencapai Ancol

    4. Kendaraan dari Cilincing yang menuju Jalan Yos Sudarso akan diarahkan ke Pos 9 untuk selanjutnya berputar di Jalan Enggano dan menuju Jalan Yos Sudarso

    MARIA YUNIAR

    Berita Terpopuler:
    Briptu Rani: Keramahan Saya Disalahartikan

    Jusuf Kalla: Jokowi Harus Nyapres

    Sengman Pernah Hadir ke Wisuda Anak SBY?

    Relokasi Blok G Cepat, Jokowi Tungguin Tukang Cat

    Disebut Terkait Impor Sapi, Dipo Alam Berkelit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.