Jumat, 23 Februari 2018

Kebutuhan Aktuaris Terpenuhi di 2016  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 29 Agustus 2013 18:29 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebutuhan Aktuaris Terpenuhi di 2016  

    Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan dibutuhkan paling lama tiga tahun untuk memenuhi kekurangan tenaga aktuaris di industri asuransi. Pasalnya, saat ini masih berlangsung proses penjaringan aktuaris yang selanjutnya akan menempuh jalur pendidikan program aktuaria.

    "Mereka masih akan bersekolah dulu," kata Firdaus di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Kamis, 29 Agustus 2013. Saat ini OJK tengah mempersiapkan sejumlah nota kesepahaman dengan beberapa universitas yang memiliki jurusan Matematika untuk memenuhi kekurangan tenaga aktuaris.

    Beberapa universitas yang akan digandeng OJK adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada. "Termasuk juga Institut Teknologi Surabaya dan Institut Pertanian Bogor," tutur Firdaus.

    Pernyataan tersebut, kata dia, merespons masih besarnya kebutuhan aktuaris di Indonesia. Dari total kebutuhan 600 orang aktuaris, baru terpenuhi 175 di antaranya. Sedangkan dari jumlah tersebut, tidak semuanya bekerja di perusahaan asuransi. "Padahal, perusahaan asuransi harus menggunakan sistem pelaporan akuntansi dengan sistem pelaporan finansial internasional.”

    Sebelumnya, Presiden Direktur PT Prudential Indonesia, William Kuan, menyatakan kebutuhan tenaga ahli aktuaria sangat mendesak. Sebab, saat ini sektor asuransi bertumbuh baik dalam lima tahun terakhir seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Kuan menjelaskan, aktuaris punya peran penting dalam perusahaan asuransi karena akan memastikan produk asuransi memiliki harga valuasi yang baik. Peran aktuaris juga memastikan kesehatan keuangan perusahaan asuransi. "Seperti dokter," ucapnya.

    Minimnya ahli aktuaria ini yang di antaranya membuat para pelaku usaha di bidang asuransi meminta Dewan Perwakilan Rakyat menangguhkan pasal dalam Rancangan Undang-Undang Asuransi yang mengharuskan satu perusahaan asuransi minimal memiliki satu aktuaris.

    LINDA HAIRANI | MARTHA THERTINA

    Berita terpopuler:
    Roy Suryo Minta Maaf Soal Syair Indonesia Raya
    Imbang 0-0, Barcelona Juara Piala Super Spanyol
    Legenda Barcelona Kritik Nilai Transfer Bale
    Direktur PT Persib Bandung Jadi Tersangka Penipuan
    Balotelli: Milan Sukses 'Bunuh' PSV


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.