Rel Ganda Alastua-Gubug Siap Dilalui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggeser rel kereta api (KA) di lokasi jalur rel ganda KA di Bojonegoro, Jatim, Jumat (19/7). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Pekerja menggeser rel kereta api (KA) di lokasi jalur rel ganda KA di Bojonegoro, Jatim, Jumat (19/7). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Semarang - Jalur rel ganda (double track) kereta api dari Stasiun Alastua, Semarang, hingga Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, resmi dioperasikan sejak hari Rabu, 28 Agustus 2013. Dengan berfungsinya jalur ganda rel kereta api sepanjang 24 kilometer itu, artinya pembangunan rel ganda dari Stasiun Tawang, Kota Semarang, hingga Bojonegoro masih tersisa 162 kilometer.

    "Proyek pembangunan double track totalnya 186 kilometer. Dengan selesainya pembangunan jalur Alastua-Gubug ini, pembangunan tinggal 162 kilometer lagi," kata Sapto Hartoyo, Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, kepada Tempo, Rabu, 28 Agustus 2013.

    Keberadaan rel ganda dari Alastua hingga Gubug itu mampu menghemat setiap perjalanan kereta ekonomi dan barang hingga sekitar 20 menit. Jalur Alastua-Gubug merupakan salah satu jalur terpadat di wilayah Daop IV yang menghubungkan lintas Jawa Tengah hingga Jawa Timur. "Dengan jumlah mobilitas kereta setiap hari mencapai 82 perjalanan," Sapto menambahkan.

    Pembangunan double track yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat itu telah dilakukan pada pertengahan tahun 2012, dan selesai pada Agustus tahun ini.

    Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalur Ganda Semarang-Bojonegoro, Hendy Siswanto, menyatakan pembangunan double track yang dilakukan itu molor dari target yang seharusnya selesai pada tahun 2013 ini. Hambatan utama, menurut dia, akibat pemilik lahan yang sulit melepas tanah untuk program infrastruktur kereta api di Jawa. "Ada pemilik tanah yang minta harga pelepasan tinggi, jauh dari nilai yang ditaksir," kata Hendy.

    Ia mencontohkan, terdapat dua pemilik lahan di wilayah Semarang yang hingga kini belum melepas tanahnya. "Itu berada di daerah Jalan Ronggowarsito, Kota Semarang," Hendy menjelaskan. Sedangkan lahan milik PT KAI yang sebelumnya ditempati masyarakat sudah bebas 100 persen.

    EDI FAISOL (SEMARANG)

    Terhangat:
    Suap SKK Migas
    | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Pelaku Teror Kekerasan di Desa Lembantongoa

    Aksi teror kembali terjadi di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat, 27 November 2020.