Hatta: Yang Hari Dihajar yang Korupsi Daging Impor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Hatta Rajasa beri keterangan pada para media di Gedung KPK, Jakarta, (13/6). Hatta datangi KPK untuk rapat koordinasi kebijakan alokasi gas dan revitalisasi industri pupuk bersama Wamen ESDM, Kepala SKK Migas serta perusahaan pupuk dan gas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menko Perekonomian Hatta Rajasa beri keterangan pada para media di Gedung KPK, Jakarta, (13/6). Hatta datangi KPK untuk rapat koordinasi kebijakan alokasi gas dan revitalisasi industri pupuk bersama Wamen ESDM, Kepala SKK Migas serta perusahaan pupuk dan gas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menolak mengomentari penyebutan namanya dalam kasus suap impor daging sapi. "Disebut? Yang harus dihajar itu yang korupsi," kata Hatta seusai rapat soal otonomi khusus Papua dengan Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2013.

    Hatta menegaskan jika namanya hanya dicatut. "Jelas-jelas nama saya dicatut," kata Hatta yang juga Ketua Partai Amanat Nasional sembari terus menghindar dari pertanyaan soal kasus suap impor daging.

    Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq melalui pengacaranya, Zainudin Paru, sempat mempertanyakan hilangnya nama sejumlah politikus dalam dakwaan kliennya. Menurut dia, nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dan dua politikus Partai Golkar, Setya Novanto dan Happy Bone Zulkarnaen, seharusnya tercantum.

    Zainuddin mengatakan nama mereka ada dalam berkas acara pemeriksaan saksi Yudi Setiawan. "BAP menyebutkan nama Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto, dan Happy Bone Zulkarnaen yang oleh saksi Yudi Setiawan disebut merupakan orang dekat Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie," katanya saat membacakan eksepsi Luthfi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 1 Juli 2013.

    Luthfi Hasan Ishaaq didakwa menerima duit Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama. Selain didakwa menerima duit, bekas anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat itu juga didakwa melakukan pencucian uang.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Topik Terhangat:
    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak?

    Terpopuler:
    Pengumuman SBMPTN Dimajukan 8 Juli

    Ini Kronologi Jual-beli Tanah 'Wakaf' Hilmi

    Keterangan Prajurit Kopassus Ucok Irasional

    Fuad Bawazier Menentang Hanura Calonkan Hary Tanoe



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.