Lion Air Tantang AirAsia dan Tiger Airways

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusdi Kirana. Tempo/Imam Sukamto

    Rusdi Kirana. Tempo/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines, Rusdi Kirana, berambisi menguasai pangsa pasar penerbangan Asia Tenggara. Bahkan, pemilik maskapai penerbangan murah atau low cost carrier di Indonesia itu menantang dua pesaingnya: AirAsia dan Tiger Airways. "Saya sangat senang dengan AirAsia," kata Rusdi dalam wawancara di Majalah Tempo, Senin, 17 Juni 2013.

    Menurut Rusdi, AirAsia merupakan maskapai yang selalu membuatnya bersemangat bangun pagi. "Dan berpikir untuk “berkelahi” dengan mereka," ujar Rusdi. "Saya juga akan sangat senang kalau bisa menghajar Tiger sampai kalah. Begitu juga Singapore Airlines. Why not?"

    Rusdi tak hanya bermimpi menjadi penguasa penerbangan domestik. Ia pun ingin menguasai dunia penerbangan di ASEAN. "Saya mau jadi pemenang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di ASEAN.Tolong bantu mimpi saya." Ia pun mengaku sebagai orang yang ambisius. Tapi bagi Rusi, ambisilah yang membuatnya tetap hidup dan terus menjalankan bisnisnya. "Kalau saya hari ini hanya berpikir untuk makan saya dan keluarga, saya sudah berhenti. Apakah kecelakaan di Bali tidak memukul? Saya sangat terpukul."

    Menurut Rusdi, pesawat Lion Air JT 960 yang tergelincir di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, merupakan kapal baru. Usianya belum sebulan kala kecelakaan terjadi, 13 April 2013. Sementara jarak terbangnya baru 100 jam. "Tapi hanya butuh satu detik untuk membuat puluhan juta dolar itu habis. Untuk bisa melewati hal seperti ini, kita harus ambisius," ujar lulusan sarjana Ekonomi Universitas Pancasila itu.

    Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi belum menuntaskan investigasi kecelakaan Lion Air JT 960. Namun mereka telah merilis laporan awal pemeriksaan yang merekomendasikan agar Lion Air meningkatkan kemampuan dan prosedur terbang pilot. Terutama soal pengalihan kendali dan waktu kritis.

    AGOENG WIJAYA | QARIS TAJUDIN | MUNAWWAROH

    Terhangat:

    EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

    Baca juga:
    Soal Macet, Jokowi-Ahok Lupakan Hal Sederhana?
    Jokowi Sebut BLSM dengan Balsem

    Jokowi Ternyata Pernah Dagang di PRJ

    Nilai Kinerja Transportasi Jokowi: Niat 8, Hasil 6


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.