LCGC Dipasarkan, Penjualan Mobil Naik 50 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Darmadi. TEMPO/Dian Triyuli Hnadoko

    Budi Darmadi. TEMPO/Dian Triyuli Hnadoko

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, memprediksi penjualan mobil nasional akan bertambah 50 ribu unit dengan keluarnya mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). “Penjualan mobil bisa bertambah 40-50 ribu dengan adanya LCGC,” katanya di Kementerian Perindustrian, Senin, 10 Juni 2013.

    Sebelumnya, target penjualan mobil tahun ini mencapai 1,1 juta unit, atau tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menilai belum pulihnya ekonomi Eropa dan Amerika, berlakunya kebijakan down payment untuk pembiayaan syariah menjadi alasan tidak naiknya penjualan mobil tahun ini.

    Budi optimis bahwa penjualan mobil LCGC akan mendapat sambutan positif dari masyarakat dan mendongkrak penjualan mobil. Harga LCGC yang murah serta pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pendapatan per kapita masyarakat, kata Budi, akan membuat LCGC diminati oleh banyak masyarakat.

    "Jenis mobil ini diminati di daerah-daerah dengan daya beli yang tinggi. Ekonomi Indonesia terus berkembang, kelas menengah berkembang,” katanya. Kementerian juga memprediksi bahwa sebagian pengguna sepeda motor akan beralih ke LCGC.

    Kemenperin menilai jika ATPM sudah bisa memproduksi secara penuh maka dalam setahun Indonesia bisa memproduksi 300 ribu unit mobil hijau. Tapi, Budi menegaskan tahun ini Indonesia belum bisa memproduksi LCGC dalam kapasitas penuh (full capacity). “Dalam setahun, under full capacity bisa 300 ribu unit. Ini dari semua ATPM, kira-kira 5 ATPM.”

    Sekretaris Gaikindo, Eddy Sumedi, pesimistis bahwa keluarnya mobil hijau akan mendongkrak penjualan mobil nasional. Menurut dia, penjualan mobil tahun ini tidak akan mengalami kenaikan atau tetap pada level 1,1 juta unit. “Target kita masih 1,1 juta unit, 200 ribu-an masih ekspor,” katanya. 

    Eddy mengatakan penjualan mobil tidak akan naik karena grafik penjualan mobil biasanya akan turun setelah harga bahan bakar minyak non subsidi naik. Penjualan mobil, kata Eddy, baru akan naik sekitar 3-4 bulan kemudian. Menurut dia, sisa waktu yang hanya beberapa bulan untuk memproduksi dan memasarkan LCGC tidak akan cukup untuk mendongrak kenaikan penjualan mobil. 

    Pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai LCGC, hybrid car, mobil listrik, dan biofuel. Regulasi ini bernomor PP No. 41 tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor.

    ANANDA TERESIA



    Terhangat:

    Taufiq Kiemas | Cinta Soeharto Bangkit? | Pemukulan Pramugari Sriwijaya

    Baca juga:
    Murdaya Poo: Isu PRJ Pisah dari JIExpo Itu Basi

    Taufik Kiemas Kerap Marahi Ganjar Pranowo

    Begini Tampang Manusia 100 Ribu Tahun Mendatang

    PKS: Menteri Kami Tak Ada Hubungan dengan Partai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H