Keputusan Menteri Tentang LCGC Segera Menyusul

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil konsep Sapu Angin karya Tim SA 8 diluncurkan di Jatim Expo (27/4). Mobil  ini mengusung konsep hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. TEMPO/Fully Syafi

    Mobil konsep Sapu Angin karya Tim SA 8 diluncurkan di Jatim Expo (27/4). Mobil ini mengusung konsep hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Muhammad Suleman Hidayat mengatakan keputusan menteri tentang Low Cost Green Car (LCGC) segera dibuat. "Penjelasan mengenai harga dan aturan rinci low cost green car akan diatur di Keputusan Menteri," kata dia di kantornya hari ini, Rabu, 5 Juni 2013. Keputusan menteri, kata dia, juga akan mengatur soal harga, keamanan dan transmisi otomatis.

    Pada Mei lalu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2013 Tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah telah ditetapkan. Pasal 3 Ayat (1) huruf c aturan itu menyebutkan kendaraan bermotor yang termasuk mobil hemat energi dan harga terjangkau, selain sedan atau station wagon tidak dikenai pajak, atau 0 persen dari harga jual.

    Spesifikasi kendaraan tersebut yakni 1) isi silinder sampai dengan 1.200 CC dan konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 kilometer per liter atau bahan bakar lain yang setara dengan itu, 2) mesin diesel atau semi diesel dengan kapasitas isi silinder hingga 1.500 CC dan konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 kilometer per liter atau bahan bakar lain yang setara dengan itu.

    Menteri Hidayat juga mengatakan, LCGC ini termasuk program jangkan panjang pemerintah dalam rangka memajukan industri otomotif nasional agar bisa bersaing di pasar global. Ke depannya otomotif nasional juga akan mengadopsi inovasi teknologi otomatif lainnya yang berkembang di dunia. "Siapa tahu bisa menciptakan yang baru," ucap dia.

    Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustian, Budi Dharmadi, menyatakan persyaratan LCGC akan cukup ketat. Alasannya, pembuatan transmisi dan mesin harus dibuat di dalam negeri. Namun, menurut Budi, para produsen bisa memilih opsi lain. "Low Cost Emission," katanya.

    AMRI MAHBUB



    Terhangat:
    Penembakan Tito Kei
    | Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

    Baca juga:
    Geng Sopir Angkot 'The Doctor' Lakukan Pembunuhan

    Ruhut Tantang PKS Keluar dari Koalisi

    Lawan Belanda, Timnas Indonesia Latihan Perdana

    Usai Kunjungan Priyo, Kalapas Sukamiskin Ditegur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.