Indonesia Air Transport Pastikan Jadwal IPO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:PT. Indonesia Air Transport (IAT) akan mengadakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara ini akan menawarkan 250 juta lembar saham baru dengan harga Rp 250 per lembarnya. Hasil penawaran umum ini akan digunakan 50 persen diantaranya untuk pelunasan kewajiban (utang) serta 50 persen sisanya untuk modal kerja, kata Presiden Direktur PT. IAT Azhar Mualim dalam konferensi pers di Menara Kebun Sirih Jakarta, Rabu (8/1). Azhar mengatakan saham-saham yang ditawarkan akan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 10 Februari mendatang. Dan pada 27-29 Januari merupakan masa penawaran saham kepada masyarakat. Saham yang ditawarkan ke publik sebesar 25 persen dari modal yang disetor dari IPO, ujar dia. Struktur kepemilikan saham nantinya, lanjut Azhar, PT. Bimantara Citra sebesar 79,99 persen, PT. Usaha Gedung Bimantara 0,01 persen dan Masyarakat 25 persen.Ia menambahkan pihaknya menunjuk PT. Bhakti Capital Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Direktur Keuangan PT. IAT Alex Iskandar menjelaskan 50 persen hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk membayar utang dengan bunga tertinggi, yaitu 12 persen. Secara keseluruhan PT. IAT, kata dia, memiliki utang senilai US$ 19,5 juta. Kita dahulukan kewajiban dengan buinga tertinggi, tegas dia. Alex mengungkapkan di antara utang itu ada yang jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 1,4 juta. Sedangkan yang jatuh tempo 2006 sebesar US$ 4 juta, sisanya 2004 dan 2005. Utang itu antara lain kepada Bank Niaga dan Ration (sebuah perusahaan pesawat asal Amerika Serikat). Untuk Ration kita berencana unutk direstrukturisasi, harusnya jatuh tempo 2006, tambah dia. Menurut Alex, berdasarkan laporan keuangan Audited per tanggal 31 Juli 2002 memilih jumlah aktiva sebesar Rp 391,9 miliar. Dengan jumlah aktiva lancar Rp 77,5 miliar dan tidak lancar sejumlah Rp 314,3 miliar. Sedangkan pendapatan usaha sebesar Rp 103,1 miliar dengan laba besih Rp 25,4 miliar. Di tempat yang sama, Direktur PT. Bhakti Capital Indonesia Arsianto Poerwanto menambahkan PT. IAT merupakan perusahan penerbangan caerter pertama yang melakukan penawaran umum saham perdana di Indonesia. Pihaknya memperkirakan perusahan penerbangan ini kan mendekati price earning di Bursa sebanyak 10X. Kita berkaca dari hasil riset BEJ untuk segmen transportasi tahun lalu, jelas dia. SS Kurniawan --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.