Matahari Beli Kembali 10 Persen Saham di Bursa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan membeli kembali (buy back) 10 persen dari 2.705.994.000 lembar saham mereka yang beredar di bursa. Danny Konjongian, Investor Relation Matahari, Selasa (8/1), mengatakan, “Perseroan telah menyediakan dana sejumlah Rp 270,6 miliar [untuk buy back].” Danny, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di hotel Arya Duta, Jakarta, mengatakan dana ini dari laba yang ditahan di tahun 2001. Program ini telah disetujui para pemegang saham dan akan dimulai pada hari perdagangan bursa Rabu (9/1) untuk periode 18 bulan. Dengan melakukan program ini, kata Danny, “Otomatis value Matahari diharapkan naik." Ia juga mengatakan pembelian kembali ini untuk merefleksikan nilai wajar sahamnya, karena selama dua hingga tiga tahun ini Matahari telah berubah banyak baik kinerja keuangan maupun kualitasnya. "Jadi tidak wajar kalau saham MPPA di bursa cuma dihargai Rp 400 perlembarnya,"tukas dia. Ketika ditanya berapa harga saham MPPA yang wajar, ia mengatakan bahwa harga tersebut diserahkan kepada mekanisme pasar. Danny mengingatkan, bahwa menurut beberapa analis di Jakarta, harga saham MPPA yang sekarang ini sangat rendah. Mengenai rencana ekspansi 2002, ia mengatakan akan membuka dua toko baru yang masing-masing berada di Cilandak dan Daan Mogot, tapi tidak ada rencana ekspansi ke luar Jakarta. Untuk investasi masing-masing toko tersebut, nilai Rp 20 miliar. Sampai bulan November 2001 target penjualan yang berhasil dicapai adalah sebesar Rp 4,5 triliun. Padahal target keseluruhan penjualan selama tahun 2001 adalah sebesar Rp 5,2 triliun. Namun, ia masih optimis untuk bisa mencapai target penjualan sebesar itu, karena penghitungannya belum menyeluruh hingga bulan Desember 2001. (Andi Dewanto-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.