Ekspor Gas Rugikan Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mekanik memeriksa tabung gas pada bus Transjakarta di Pool Kramatjati, Jakarta, Kamis (18/10). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keamanan 69 bus Transjakarta yang beroperasi di Koridor 9 dan 10. TEMPO/Tony Hartawan

    Mekanik memeriksa tabung gas pada bus Transjakarta di Pool Kramatjati, Jakarta, Kamis (18/10). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keamanan 69 bus Transjakarta yang beroperasi di Koridor 9 dan 10. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), A. Qoyum Tjandranegara mengatakan ekspor gas merugikan negara. Hal ini dikarenakan harga ekspor gas yang hanya mencapai setengah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

    “Daripada Merugika negara, lebih baik gas dipakai di dalam negeri,” katanya dalam berita BPH Migas, Rabu, 1 Mei 2013. Menurut Qoyum, gas dapat digunakan untuk trans Sumatera dan Trans jawa.

    Qoyum berpendapat bahwa penggunaan di Kalimantan dan Jawa adalah yang paling penting. Hal ini dikarenakan 70-80 persen kebutuhan gas ada di Jawa.

    Menurut Qoyum, Kalimantan yang bisa mensuplai kebutuhan gas di Jawa. “Sumber berada di Natuna, Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Sulawesi,” kata Qoyum.

    Qoyum menambahkan sekarang sedang dilakukan upaya membawa gas dari Kalimantan ke Jawa. “Semoga prosesnya selesai dalam pertengahan tahun ini.”

    WINNIE AMALIA R


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.