Maskapai Ajukan Izin Akses Komunikasi di Pesawat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kru Pesawat Airbus A320 armada baru maskapai Mandala Airlines berfoto di dalam pesawat yang baru tiba tersebut di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (14/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kru Pesawat Airbus A320 armada baru maskapai Mandala Airlines berfoto di dalam pesawat yang baru tiba tersebut di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (14/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayuda Gumay, menjelaskan, ada dua maskapai yang mengajukan izin penggunaan akses komunikasi di pesawat. "Garuda Indonesia sudah mengajukan, Lion Air juga," katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang kerja sama pengamanan spektrum frekuensi radio untuk keperluan penerbangan, Jumat, 26 April 2013.

    Akses komunikasi dalam pesawat itu mencakup penggunaan telepon dan Internet. Herry menambahkan, sebelumnya, maskapai sudah menyediakan telepon yang menempel di dalam pesawat untuk berkomunikasi. Penggunaan telepon itu masih membutuhkan kartu akses. "Sekarang sudah bisa pakai handphone, tapi pesawatnya harus disertifikasi," katanya.

    Maskapai pun masih harus mengurus perizinan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk provider penyedia jasa telekomunikasi.

    Anak usaha Lion Air, Batik Air, akan beroperasi dengan fasilitas Wi-Fi. "Penumpang bisa menelepon dan memakai Wi-Fi selama penerbangan," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat ditemui dalam peluncuran Batik Air, Kamis malam, 25 April 2013.

    Ia menjelaskan, maskapai ingin memenuhi kebutuhan fasilitas teknologi informasi bagi penumpang. Untuk fasilitas akses telepon dan Wi-Fi, Batik Air menjalin kerja sama dengan Telkomsel. Edward menyebutkan, tidak ada masalah dengan regulasi selama teknologi yang digunakan dalam penerbangan dinyatakan memenuhi persyaratan.

    "Regulator akan buat aturan mainnya," ucap Edward. Alat untuk Wi-Fi itu sudah terpasang di pesawat. Namun peralatan itu masih belum diaktifkan. Ia menyebutkan, nilai investasi untuk pemasangan peralatan Wi-Fi di setiap pesawat mencapai US$ 3-4 juta.

    Untuk pengoperasiannya, maskapai masih harus mengurus perizinan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Setelah izin itu keluar, Edward melanjutkan, maskapai baru akan mengoperasikan pesawat dengan fasilitas Wi-Fi.

    MARIA YUNIAR

    Topik Terhangat:

    Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston


    Baca juga:

    Erik Meijer ke Garuda, Indosat Ikhlas

    Saham Astra Jatuhkan IHSG

    Indonesia Pelanggar Hak Kekayaan Intelektual

    Lion Air Datangkan Dreamliner Pada 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.