Kartel Bawang, KPPU Panggil Menteri Pertanian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasokan bawang putih. TEMPO/Budi Purwanto

    Pasokan bawang putih. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil Menteri Pertanian Suswono ke Komisi pada Senin pekan depan. Komisi hendak meminta keterangan dari Suswono mengenai dugaan kartel bawang putih.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum KPPU, Ahmad Junaidi, mengatakan Menteri Pertanian juga akan diminta penjelasannya terkait dengan kebijakan impor bawang putih, termasuk mekanisme struktur pemenuhan pasokan dan permintaan domestik. "Kami sudah kirim surat permohonannya Rabu kemarin," kata Ahmad Junaidi kepada Tempo, Jumat, 19 April 2013.

    Menurut dia, kali ini KPPU akan fokus terhadap penyelidikan struktur pasar bawang putih di dalam negeri, untuk mengetahui apakah benar ada kartel di dalamnya. Sebab, dua bulan lalu harga bawang putih sempat melonjak drastis hingga di atas Rp 56 ribu per kilogram. Di saat lonjakan harga ini, KPPU menemukan ratusan kontainer bawang putih tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

    Junaidi menjelaskan, penyelidikan KPPU atas dugaan kartel bawang putih tidak sebatas pada pelaku usaha atau importir, namun juga ke beberapa distributor dan pemerintah sebagai regulator. KPPU sudah memanggil 50 importir dari total 113 importir bawang putih dan beberapa distributor.

    Ia memperkirakan penyelidikan indikasi kartel bawang putih bisa rampung pada akhir Mei mendatang. Saat ini tim penyelidikan KPPU secara bertahap sudah memberikan laporan, setelah mengumpulkan bukti dan data sejak Januari. "Penyelidikan terhadap bawang putih ini dilakukan sebagai lanjutan dari fungsi pengawasan kami," kata dia.

    Setelah penyelidikan rampung, tim akan melaporkan hasilnya kepada komisioner KPPU. Komisioner akan memutuskan apakah penyelidikan berlanjut hingga ke tahap pemeriksaan untuk diproses dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. "Kalau dua alat bukti sudah dimiliki dan diketahui apakah memang benar ada kartel, KPPU baru akan masuk ke proses pemeriksaan," ujar Junaidi.

    Mengutip data Badan Pusat Statistik, sepanjang 2012, Indonesia mengimpor 415 ribu ton bawang putih dari beberapa negara dengan nilai US$ 242,3 juta atau senilai Rp 2,3 triliun. Mayoritas bawang putih impor berasal dari Cina, yaitu 410 ribu ton dengan nilai US$ 239,4 juta atau Rp 2,27 triliun.

    Selain Cina, negara lain yang memasukkan bawang putih ke Indonesia adalah India, Malaysia, Pakistan, dan Thailand. Namun, nilai impor dari negara produsen ini tidak terlalu signifikan.

    Impor bawang putih dari India sepanjang tahun 2012 mencapai 3.424 ton senilai US$ 1,7 juta, impor dari Malaysia sebanyak 1.124 ton dengan nilai US$ 1,1 juta, bawang putih dari Pakistan sebanyak 203 ton senilai US$ 81,2 ribu, dan impor dari Thailand 58 ton yang bernilai US$ 37 ribu.

    ROSALINA

    Berita Lainnya:
    Selebritas Paling Berpengaruh Versi Majalah Time
    5 Mobil Langka Ferrari Akan Dilelang
    Prabowo Pusing Mikirin Ongkos Nyapres
    Jokowi Dilarang 'Nyapres'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.