Lion Air Jatuh di Bali Bukan Karena Windshear

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangkai pesawat Lion Air yang jatuh ke laut di ujung landasan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, (14/4). AP/Firdia Lisnawati

    Bangkai pesawat Lion Air yang jatuh ke laut di ujung landasan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, (14/4). AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara, Harry Bakti Gumay, mengatakan penyebab insiden pesawat Boeing 737-800 milik Lion Air bukan karena fenomena windshear. "Windshear itu bisa dideteksi, ini berarti bukan windshear," katanya di Kementerian Perhubungan, Senin, 15 April 2013.

    Harry mengatakan fenomena cuaca
    seperti windshear bisa dideteksi oleh alat yang dimiliki pesawat Boeing 737-800. Ia menduga, jika insiden jatuhnya pesawat disebabkan oleh cuaca maka disebabkan fenomena cuaca lain, bukan windshear. "Bisa saja downburst, banyak sekali istilah cuaca. Tapi bukan windshear," katanya. 

    Windshear merupakan angin yang dihasilkan dari awan badai. Biasanya angin bertiup tak menentu baik besaran maupun arahnya. Menurut laman Reuters, pilot M. Ghozali mengaku kehilangan keseimbangan dan terbawa angin ketika tengah mengendalikan pesawat. Menurut para ahli, walaupun jarang muncul, fenomena windshear bisa membuat sebuah kapal jet kehilangan keseimbangan dan mendarat darurat.

    "Jika ada angin yang kekuatannya melebihi performa pesawat yang Anda tumpangi, Anda bisa jatuh dan tak bisa naik lagi," kata mantan pilot British Airways, Hugh Dibley seperti dikutip Reuters.

    Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Bandung-Denpasar mengalami kecelakaan di sisi landasan pacu (runway) Bandara Ngurah Rai, Bali kemarin. Pesawat tersebut mengalami patah di bagian ekor, dan masuk ke air. 

    Pesawat Boeing 737-800 ini
    dijadwalkan tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 15.16 WITA. Namun pesawat mengalami kecelakaan pada 15.10 WITA. Saat ini, pesawat yang mengalami kecelakaan di ujung runway bandara itu masih menjalani proses evakuasi. Pesawat tersebut mengangkut 108 penumpang. 

    ANANDA TERESIA | REUTERS

    Topik Terhangat TEMPO:Sprindik KPK || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


    Berita Terkait
    Lion AIr Datangkan 33 Pesawat Baru
    Lion Air yang Jatuh di Bali Masih Diselidiki KNKT
    Tergelincir di Bali, Calon Penumpang Batal Naik Lion Air 

    Ini Rute Baru yang Disiapkan Garuda Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H